Suara.com - Pelatih Timnas Portugal Fernando Santos meminta skuatnya untuk melupakan sukses mereka di Euro 2016 jika ingin lolos ke Piala Dunia 2018. Hal itu dikatakan Santos setelah Portugal dikalahkan oleh Swiss di babak kualifikasi.
Portugal memenangkan trofi internasional besar pertamanya usai mengalahkan Prancis 1-0 lewat perpanjang waktu di final Euro. Namun mereka menelan kekalahan di laga pertama kompetitif mereka setelah sukses tersebut setelah dikalahkan Swiss 2-0.
Gol dari Breel Embolo dan Admir Mehmedi membuat Swiss mengamankan tiga poin di St Jakob-Park. Hasil tersebut juga sekaligus mengakhiri pencapaian Santos 14 kali pertandingan kompetitif tanpa kekalahan sejak melatih Portugal dari September 2014.
"Kami memulai pertandingan dengan baik, kami mendominasi 15, 20 menit pertama tapi kemudian kami terpesona [oleh pemain Swiss] dan sedikit pragmatis," kata Santos kepada RTP. "Kami kebobolan di satu-satunya waktu saat Swiss dekat dengan gawang kami."
"Setelah itu kami melangkah kembali dan memungkinkan mereka untuk memenangkan pertempuran individu - kejuaraan Eropa harus dilupakan. Kami tidak sekuat seperti yang kami biasanya. Kami berada dalam kualifikasi dan seperti itu tidak dapat terjadi." (Scoresway)
Berita Terkait
-
5 Pelatih yang Alami Nasib Sial Gara-gara Berselisih dengan Cristiano Ronaldo
-
Ditunjuk Sebagai Pelatih Polandia, Fernando Santos: Suatu Kehormatan untuk Lanjutkan Karier di Sini
-
AS Roma Bantah Jose Mourinho Tinggalkan Stadio Olimpico demi Timnas Portugal
-
Fernando Santos Mundur, Jose Mourinho Bakal Calon Pelatih Baru Timnas Portugal 2023?
-
Jose Mourinho Dikabarkan Gantikan Posisi Fernando Santos, Kini Sudah Ada di Portugal
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Virgil van Dijk: Saya Rasa Dunia Luar Sedikit Meremehkan Jepang
-
Julian Nagelsmann Targetkan Jerman Sapu Bersih Fase Grup Piala Dunia 2026
-
Vinicius Junior akan Lebih Banyak Mendengarkan Carlo Ancelotti
-
Tekuk Selandia Baru, Mesir Sabet Kemenangan Perdana dalam Sejarah Piala Dunia
-
Dulu Menonton Piala Dunia dari Kelas, Kini Lamine Yamal Cetak Gol untuk Spanyol
-
Dibantai Spanyol, Georgios Donis: Kami Terlalu Banyak Lakukan Kesalahan
-
Kejutan Cape Verde Berlanjut Tahan Imbang Uruguay, Ini Reaksi Sang Pelatih
-
Lengkap! Ini Hasil Liga TopSkor Greater Jakarta hingga Pemain Terbaik
-
Babak-belur di Tangan Spanyol, Pelatih Arab Saudi Ucap Kalimat Menyentuh
-
Lewati Messi, Lamine Yamal Cetak Rekor Menakjubkan di Piala Dunia 2026