Suara.com - Tim Jawa Tengah menaklukkan Papua 1-0 dalam duel babak delapan besar sepak bola Pekan Olahraga Nasional XIX/2016. Jateng mengakhiri laga dengan 10 pemain setelah kapten Soni Kurniawan mendapat kartu merah.
Gemuruh ribuan pendukung kedua tim di tribun stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Kamis (22/9/2016) malam, menandakan berjalannya laga yang sempat tertunda 30 menit akibat penanganan lapangan yang tergenang air hujan.
Ketangkasan pemain dari kedua tim tidak optimal dipertontonkan akibat akurasi kontrol bola yang terkendala lapangan becek serta kontur lapangan yang bergelombang.
Peluang emas muncul dari umpan panjang bek Jateng kepada penyerang Heru Setiawan di menit 37 dan dimanfaatkan optimal pemain nomor punggung 31 itu dengan melesatkan tendangan keras ke arah gawang lawan dari luar kotak penalti.
Kiper Papua Hendra nampak kurang cermat mengatasi kencangnya laju bola yang ditendang Heru setelah memantul keras tepat di depan kikinya.
Pantulan bola melampaui tubuh kiper Papua dan lolos dari tangkapan Hendra lalu jatuh tepat di dalam gawangnya hingga mengubah kedudukan 1-0 untuk Jateng.
Pada menit akhir pertandingan babak pertama, Wasit Handiyana mengangkat kartu merah yang menandakan kapten Jateng Soni Kurniawan harus keluar lapangan setelah menjegal pemain nomor punggung 3 asal Papua Maekel Kodel.
Keputusan Handiyana itu dikeluarkan setelah Soni mengakumulasi dua kartu kuning dari kesalahan yang sama sebelumnya di pertengahan babak pertama pertandingan.
Tim asuhan pelatih Anjar Jambore tetap tampil optimal meski ditinggal sang kapten pada berlangsungnya babak kedua pertandingan dengan mengempur lini pertahanan Papua.
Strategi bermain menyerang tetap dipertahankan Anjar meski timnya tampil hanya dengan sepuluh orang pemain dan berhasil menciptakan dua peluang emas yang gagal dikoreksi menjadi gol oleh dua penyerang Jateng.
Serangan yang dibangun Tim Papua di menit 55' lewat peluang emas operan lambung di sisi gawang lawan berhasil diantisipasi lewat tangkapan kiper Fery Agus Kurniawan.
Tim Jateng berhasil mempertahankan skor 1-0 hingga tambahan waktu dua menit di babak akhir pertandingan usai.
"Kami beruntung malam ini bisa menang berkat bola pantulan di gawang Papua," kata asisten pelatih Firmandoyo.
Menurut dia, sanksi kartu merah sang kapten bisa diatasi pihaknya dengan menurunkan bantuan pem depan untuk mempertebal pertahanan belakang.
"Selain menyerang, kami juga berupaya mempertebal lini bertahan dengan bantuan pemain depan setelah Soni kena kartu merah," katanya. (Antara)
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
Terkini
-
Trump Tak Bisa Jamin Keamanan, Presiden Meksiko: Timnas Iran Boleh Main di Negara Kami
-
Antonio Rudiger Nikmati Duel Lawan Erling Haaland
-
Riccardo Calafiori Tak Sabar Menantikan Akhir Musim yang Manis
-
Timnas Indonesia Jadi yang Pertama! Ini 3 Negara ASEAN yang Lolos ke Piala Asia 2027
-
Cinta Manchester City ke Ousmane Dembele Bertepuk Sebelah Tangan
-
Thom Haye Bangga Maarten Paes Gabung Ajax, Ingatkan Tekanan Besar Menanti
-
Gagal Antar Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Kini Punya Jalur ke Piala Dunia 2026 Via Negara Lain
-
Prediksi Liga Champions Dinihari Nanti: Liverpool Masih Punya Harapan, Bodo/Glimt di Ambang Sejarah
-
Manchester City vs Real Madrid: Misi Mustahil Pasukan Pep Guardiola di Etihad
-
Bulgaria Pincang ke Indonesia: Kapten Tim dan Mesin Gol Klub Papan Atas Absen di FIFA Series 2026