Suara.com - Kesebelasan tuan rumah Jawa Barat lolos ke babak final sepak bola Pekan Olahraga Nasional XIX setelah mengalahkan Papua 3-1. Jabar akan menghadapi Sulawesi Selatan yang lebih dulu lolos ke final..
Bermain didepan 18 ribu pendukung Jabar di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Kabupaten Bekasi, Senin (26/9/2016), tim Papua memulai peluang dengan mendominasi jalannya pertandingan menit pertama dengan menekan umpan ke gawang Jabar.
Janet Yudhas Kamare melesat lolos dari kawalan bek belakang Jabar di menit 20 pertandingan, namun sepakan kerasnya berhasil ditepis kiper Natsir.
Dua menit berselang, penyerang Jabar Febri Haryadi membalas tekanan lawan dengan menciptakan kemelut di mulut gawang Hendra Molle, namun gocekannya ke arah gawang digagalkan tiga bek belakang Papua.
Penyerang Papua Fredi Jefferson Isir menyumbang skor perdana Papua pada menit 38 setelah lolos dari kawalan dua pemain belakang Jabar dan menciptakan gol hingga mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Satu menit berselang, pemain nomor punggung 93 Jabar Erwin Ramdhani berhasil membalas kebobolan gol dengan memanfaatkan peluang emas lewat umpan lambung pemain tengah dengan menggiring bola tanpa kawalan ke gawang Papua.
Erwin memberikan gol balasan lewat sepakan keras sudut hingga membuahkan skor imbang 1-1 untuk kedua kesebelasan.
Usai turun minum, tim asuhan Lukas Tumbuan tampil gemilang menggempur pertahanan Papua tanpa beban lewat umpan jarak dekat dari tengah lapangan.
Febri Haryadi tampil percaya diri menggiring bola dan menggocek dua pemain belakang Papua hingga mengoyak jaring gawang Hendra Molle di menit 47. Gol pemain tengah itu berhasil membawa Jabar unggul sementara atas Papua 2-1.
Jabar berhasil mempertegas kekalahan Papua dengan memanfaatkan operan lambung dari sisi sayap pada menit 61 lewat sepakan tajam Pemain nomor 10 Gianzola Nasrulloh Nugraha ke gawang Papua.
Operan lambung dari kaki Febri Haryadi dimanfaatkan secara baik Gianzola dengan menceploskan bola ke gawang Papua dan mengubah kedudukan skor 3-1.
Wasit Iwan Sukoco mengeluarkan kartu merah di menit 63 untuk Muhamad Taher atas ulahnya menjegal bek Jabar di saat bola sudah dilepas.
Pengurangan satu pemain Papua dimanfaatkan Jabar untuk mengubah strategi bermain menjadi bertahan untuk mempertahankan skor kemenangan hingga babak akhir pertandingan.
"Ini merupakan pertandingan keras kami sepanjang perjalanan PON. Papua mampu menghadirkan perlawanan keras kepada tim Jabar hingga menguras banyak tenaga pemain kami," kata pelatih Jabar Lukas Tumbuan dalam konfrensi pers.
Kebobolan satu gol oleh Papua dinilai Lukas sebagai sebuah kelemahan tim Jabar yang terlalu fokus menyerang sehingga lupa bertahan. (Antara)
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
Terkini
-
Trump Tak Bisa Jamin Keamanan, Presiden Meksiko: Timnas Iran Boleh Main di Negara Kami
-
Antonio Rudiger Nikmati Duel Lawan Erling Haaland
-
Riccardo Calafiori Tak Sabar Menantikan Akhir Musim yang Manis
-
Timnas Indonesia Jadi yang Pertama! Ini 3 Negara ASEAN yang Lolos ke Piala Asia 2027
-
Cinta Manchester City ke Ousmane Dembele Bertepuk Sebelah Tangan
-
Thom Haye Bangga Maarten Paes Gabung Ajax, Ingatkan Tekanan Besar Menanti
-
Gagal Antar Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Kini Punya Jalur ke Piala Dunia 2026 Via Negara Lain
-
Prediksi Liga Champions Dinihari Nanti: Liverpool Masih Punya Harapan, Bodo/Glimt di Ambang Sejarah
-
Manchester City vs Real Madrid: Misi Mustahil Pasukan Pep Guardiola di Etihad
-
Bulgaria Pincang ke Indonesia: Kapten Tim dan Mesin Gol Klub Papan Atas Absen di FIFA Series 2026