Suara.com - Atletico Madrid sekali lagi berhasil mempecundangi Bayern Munich di arena Liga Champions, setelah anak asuh Diego Simeone itu menang 1-0 atas tim besutan Carlo Ancelotti di kualifikasi Grup D, Rabu (28/9/2016).
Atletico, yang bermain di kandang sendiri Stadion Vicente Calderon, mendikte permainan tamunya di babak pertama dan memaksa jawara Jerman itu memungut bola dari gawangnya sendiri pada menit 35. Gol yang dicetak Yannick Carrasco itu adalah satu-satunya di laga tersebut.
Kekalahan ini merupakan yang kedua yang diderita Munich dari Atletico di Liga Champions dalam dua musim beruntun. Pada babak semifinal musim lalu, Atletico juga berhasil menyingkirkan Munich, meski harus kalah dari rival sekota Real Madrid di partai final.
Bermain menekan sejak awal, Atletico nyaris kebobolan jika penjaga gawang Jan Oblak tak menepis tembakan Thomas Mueller dari dalam kotak penalti ketika pertandingan belum juga menginjak menit 10.
Tetapi tuan rumah dianugerahi banyak peluang di babak pertama. Kesempatan terbaik diperoleh Fernando Torres, ketika menerima umpan dari sepak pojok di muka gawang Manuel Neuer. Sayang sundulannya masih menghantam tiang gawang.
Atletico sendiri unggul di sisa 10 menit babak pertama, ketika Carrasco - yang menyambut umpan Antoine Griezmann - membobol gawang Neuer dengan tembakan kaki kiri dari mulut kotak penalti.
Di babak kedua, Bayern mencoba berbalik menekan. Ancelotti memasukkan Arjen Robben dan Joshua Kimmich yang lebih berkarakter menyerang. Sayang, dua tenaga baru itu belum mampu mendobrak pertahanan Atletico.
Justru tuan rumah yang kembali nyaris menggandakan keunggulan, setelah Felipe Luis dilanggar Arturo Vidal di dalam kotak terlarang dan tuan rumah diberi hadiah penalti.
Sayang, Griezmann yang menjadi algojo gagal menjalankan tugas dengan sempurna. Bola sepakannya menghantam mistar gawang. Hingga laga berakhir, tak ada gol yang tercipta.
Berkat kemenangan itu Atletico kini memuncaki klasemen Grup D dengan enam poin, unggul tiga poin dari Bayern di urutan kedua. (AFP)
Berita Terkait
-
Arteta Gerah Terus Dikritik, Minta Fans Arsenal Nikmati Proses
-
Real Madrid Tersingkir, Jude Bellingham: Kartu Merah Camavinga Itu Lelucon!
-
Arsenal Lolos Semifinal Liga Champions Meski Imbang, Declan Rice Tak Pedulikan Kritik Pedas
-
Jadwal Semifinal Liga Champions 2025/2026: PSG vs Bayern Munich, Atletico Madrid Tantang Arsenal
-
Ukir Sejarah, Ini Kata Mikel Arteta Usai Arsenal Lolos Semifinal Liga Champions Dua Musim Beruntun
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Tiket KA Jelang Piala Dunia 2026 Meroket: Dari Rp200 Ribu Jadi Rp1,5 Juta Sekali Jalan
-
Calon Bek Timnas Indonesia Kirim Sindiran ke Manchester United
-
Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Rekor 2-2-3 Jadi Alarm, Garuda Muda Wajib Waspada
-
Bek Iran Siap Mati Demi Negara, FIFA Pastikan Team Melli Tampil di Piala Dunia 2026
-
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Malaysia U-17: Prediksi Line Up dan Taktik Garuda
-
3 Pemain Kunci Timnas Indonesia U-17 yang Siap Bikin Malaysia Merana di Stadion Joko Samudro
-
Timnas Iran Tegaskan Tetap Main di Piala Dunia 2026, Skenario Playoff Darurat Batal
-
Simon Grayson Bongkar Taktik Rumit John Herdman di Timnas Indonesia
-
Eks Manajer Sunderland Ungkap Alasan Mau Gabung Timnas Indonesia
-
Jadi Korban Paspoortgate, Nathan Tjoe-A-On Anggap NAC Breda Terlalu Membesarkan Masalah