Bola / Liga Inggris
Senin, 01 Juni 2026 | 10:19 WIB
Pemain Arsenal, Declan Rice. [Instagram Declan Rice]
Baca 10 detik
  • Arsenal gagal menjuarai Liga Champions setelah kalah adu penalti 3-4 dari PSG di Puskas Arena, Budapest, Minggu dini hari.
  • Declan Rice menyatakan skuad Arsenal tetap kompak dan bangga meski harus menunda ambisi meraih gelar juara Liga Champions pertama.
  • Walaupun kalah di final, Arsenal berhasil mengakhiri penantian panjang dengan menjuarai Liga Inggris setelah menunggu selama 22 tahun lamanya.

Suara.com - Gelandang Arsenal, Declan Rice, menegaskan timnya tetap kompak dalam menghadapi kemenangan maupun kekalahan setelah gagal menjuarai Liga Champions usai kalah dari Paris Saint-Germain pada partai final di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Minggu dini hari WIB.

Arsenal harus mengubur impian meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub setelah kalah 3-4 dalam adu penalti. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu.

"Ini seperti lotre. Beberapa tim terbaik sepanjang sejarah juga pernah kalah lewat adu penalti di final, dan kali ini kami yang merasakannya," kata Rice kepada TNT Sport.

"Kami menang dan kalah bersama. Saya sangat bangga dengan para pemain ini," lanjutnya.

Meski kecewa gagal mengangkat trofi, Rice tetap melihat musim Arsenal secara keseluruhan sebagai sebuah pencapaian besar. Pekan lalu, The Gunners juga sukses mengakhiri penantian panjang dengan menjuarai Liga Inggris untuk pertama kalinya dalam 22 tahun.

"Musim yang luar biasa! Saya sangat kecewa, tetapi saya juga mencoba melihat semuanya secara lebih utuh, mengingat dari mana kami memulai perjalanan ini pada Juli lalu dan di mana posisi kami sekarang. Kami akan kembali," ujar mantan pemain West Ham United tersebut.

Rice juga memberikan dukungan kepada dua rekannya, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes, yang gagal menjalankan tugas sebagai algojo penalti.

"Kami mencintai mereka dan kami selalu mendukung mereka. Hal seperti ini memang terjadi dalam sepak bola. Mereka bukan pemain pertama dan juga bukan yang terakhir yang gagal mengeksekusi penalti di final. Tanpa mereka berdua, kami juga tidak akan memenangkan Liga Inggris," kata Rice.

Kemenangan di Budapest membuat PSG meraih gelar Liga Champions kedua dalam sejarah klub. Sementara itu, Arsenal kembali harus menunda ambisinya untuk menjuarai kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut untuk pertama kalinya.

Baca Juga: Dihadiri 1,5 Juta Orang, Parade Juara Arsenal Pecahkan Rekor Liga Inggris

(Antara)

Load More