Suara.com - Bek Persipura Jayapura Ricardo Salampessy menyatakan rekan-rekannya sudah berusaha keras untuk memenangkan laga saat menjamu Pusam Borneo FC (PBFC) di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, pada Sabtu (5/11), namun hasil akhir hanya seri, 0-0.
"Semua opsi sudah dicoba, pelatih juga sudah memasukan Bio dengan harapan bisa memanfaatkan bola atas tapi tidak bisa. Rekan-rekan telah berupaya, tapi ini hasilnya," kata Ricardo Salampessy di Jayapura, Papua, Minggu (6/11/2016).
Dia mengakui pada babak pertama pemain tim berjuluk Mutiara Hitam tampil kurang sangar dan sempat kaget dengan tekanan tim lawan, termasuk lambat baca permainanan sehingga skor 0-0 tetap tersaji hingga turun minum.
"Seperti tadi coach Alfredo sampaikan babak pertama agak gugup yah, terus sedikit kaget dengan tekanan yang PBFC berikan. Di situ juga kita terlambat membaca permainan dan tidak ada solusi untuk ciptakan peluang," katanya.
"Memasuki babak kedua kita lebih bagus, kita menguasai permainan, menciptakan beberapa peluang tetapi tidak terlalu membahayakan PBFC," lanjutnya.
Tim kebanggaan warga Kota Samarnda, PBFC, kata Ricardo juga bermain sangat tertutup sekali.
"Ini bisa dilihat ketika kami semua turun masuk kedalam area kotak pinalti, semua pemain berusaha keras untuk meraih poin dengan cetak gol, tapi tetap tidak bisa," katanya.
Pemain jangkung yang pernah membela Persiwa Wamena diawal karir profesionalnya itu, mengaku sebenarnya ada peluang mencetak gol lewat titip putih setelah salah satu pemain lawan menyentuh bola dalam kotak terlarang.
"Saya lihat ada peluang yang lolos dari pengamatan wasit untuk cetak gol, yakni hands ball (bola menyentuh tangan) di kotak pinalti, tidak diberikan. Yah, kadang diuntungkan kadang juga tidak, itulah sepak bola," katanya.
"Jadi. saya rasa teman-teman telah berjuang maksimal, mungkin akan kita perbaiki untuk laga berikutnya, semoga bisa lebih baik dari kemarin," katanya lagi.
Tuan rumah Persipura Jayapura berhasil ditahan imbang tamunya, Pusam Borneo FC (PBFC) dengan skor 0-0 dalam laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (5/11).
Ian Louis Kabes dan kawan-kawan tidak mampu menjebol gawang PBFC yang dikawal kiper Muhammad Ridho selama 2X45 dan beberapa menit pertambahan waktu yang diberikan oleh wasit Asep Yandis asal Karawang, Jawa Barat. (Antara)
Berita Terkait
-
Persipura Respons Sanksi Tanpa Penonton Semusim: Sepak Bola Tanpa Suporter Kehilangan Jiwa
-
Persipura Jayapura Turut Rayakan Arsenal Juara Premier League
-
Stadion Lukas Enembe Ditutup Sementara Pascakerusuhan
-
PSSI Kecam Kerusuhan Suporter Usai Laga Persipura vs Adhyaksa FC
-
Persaingan Makin Panas, Ini Nominasi Penghargaan Individu Pegadaian Championship 2025/2026
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Bahlil Yakin Mobil Hidrogen Bakal Saingi Kendaraan Listrik
-
Simfoni Mobilitas Jakarta: Menemukan Ketenangan Lewat Integrasi Transportasi Publik
-
Cegah Gugatan Berulang di MK, DPR Matangkan RUU Pemilu agar Lebih Sempurna
-
2 Juta Warga Tumpah Ruah di Madrid Sambut Timnas Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026
-
Rupiah Paling Kuat se-Asia, Tembus Level Rp17.888 per Dolar AS
-
Jakarta IP Market 2026 Hadir untuk Mendorong Lahirnya Kolaborasi dan Peluang Bisnis Baru
-
Bukan Sekadar Anak Kiai, Indah Permatasari Ungkap Sisi Pemberontak di Film Ibadah dan Cinta
-
Biaya Lepas WNI Naik Jadi Rp5 Juta, Begini Reaksi Puan Maharani
-
Episode Gagal Bayar Korporasi RI Berlanjut
-
Literasi Digital: Keterampilan Baru yang Wajib Dimiliki Siswa