Suara.com - Kemenangan 2-1 atas Thailand yang diperoleh tim nasional Indonesia di final pertama Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Rabu (14/12/2016), tidak sepenuhnya membuat suporter Indonesia puas.
Suporter menilai masih banyak hal-hal yang harus diperbaiki dari permainan pasukan Alfred Riedl ini, khususnya di lini tengah yang masih minim kreativitas.
"Pemain lini tengah Indonesia masih kurang berperan pada pertandingan Rabu (14/12) malam, terutama Stefano Lilipaly yang menjadi kreator serangan juga tidak memberikan dampak yang berarti, walaupun timnas Indonesia berhasil mengalahkan Thailand," kata Chandra, pendukung Timnas Indonesia di Jakarta, Kamis (15/12/2016).
Menurut dia, para pemain Timnas Garuda harus lebih tenang menguasai bola dan menyalurkan umpan pendek agar tidak hanya mengandalkan umpan lambung dan harus bisa memanfaatkan peluang.
"Setiap kali pemain Indonesia menguasai bola, maka tidak ada pemain lain yang membantu atau mendekat, sehingga memaksa mereka untuk melakukan umpan jauh, dan itu percuma karena sama saja menyia-nyiakan peluang yang ada," tambahnya.
Di lain pihak, suporter Timnas Garuda lainnya, Dave, mengkritisi keputusan Riedl memasukkan Zulham Zamrum yang menggantikan Andik Vermansyah.
Menurutnya, Zulham tidak bisa memberikan kontribusi maksimal dan sering melakukan kesalahan dalam mengontrol bola.
Padahal lini tengah itu sangat memengaruhi tempo permainan karena bagaimana pun serangan dan pertahanan terpusat dari lini tengah.
"Mereka (lini tengah) tidak terlalu berperan baik, terkecuali Rizky Pora. Seharusnya Alfred Riedl memainkan Bayu Gatra bukan Zulham karena dia tidak berperan maksimal," ujar Dave.
Baca Juga: Ancelotti Sempat Berpikir Jadikan Bek Madrid Ini sebagai Striker
Dia juga mengharapkan pada pertandingan kedua nanti Indonesia dapat bermain menyerang, namun tetap konsentrasi dalam bertahan dan tidak hanya mengandalkan serangan balik yang mudah dipatahkan oleh lini pertahanan Thailand.
Indonesia yang hanya memiliki penguasaan bola 39 persen akan mengalami kesulitan jika Thailand melancarkan serangan balik cepat.
Hal itu disebabkan kurangnya komunikasi antarlini sehingga mengakibatkan Indonesia tertinggal 1-0 oleh Thailand diparuh babak pertama.
"Jangan sampai nanti pada leg kedua, Indonesia melakukan kesalahan yang sama di lini tengah maupun pertahanan sehingga membuat 'blunder' (kecerobohan) yang dapat membahayakan gawang sendiri," ujar Naufal, suporter Timnas Garuda lainnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Cristiano Ronaldo Kembali Mogok Main, Ancam Hengkang dari Al Nassr di Akhir Musim
-
Detail Sanksi untuk BTN Timnas Indonesia Sumardji dari FIFA
-
Inter ke Semifinal! Gol Bonny dan Diouf Bawa Nerazzurri Singkirkan Torino di Coppa Italia
-
Manchester City Tantang Arsenal di Final Carabao Cup usai Hajar Newcastle 3-1
-
Timnas Indonesia Juara AFF 2026? Pemain Keturunan di Super League Jadi Senjata Rahasia Garuda
-
Duit Jadi Magnet Pemain Keturunan Timnas Indonesia Hijrah ke Super League Musim Ini
-
Bukan Sekadar Pelapis, Mauro Zijlstra Jadi Fondasi Kekuatan Baru Persija Jakarta di Super League
-
Persija Jakarta Janji Lepas Mauro Zijlstra Kembali Ke Eropa Jika Ada Tawaran Klub Benua Biru
-
Mauro Zijlstra Resmi ke Persija Jakarta, Bos Sebut Investasi Jangka Panjang untuk Lini Depan Tim
-
Ledakan Petasan ke Emil Audero, Inter Milan Didenda Hampir Rp 1 Miliar!