Suara.com - Absennya Lionel Messi dalam acara malam seremonial penghargaan The Best FIFA Football Awards di markas FIFA di Zurich, Swiss, Senin (9/1/2017), mendapat kecaman dari sejumlah legenda sepakbola dunia.
Salah satu yang paling vokal mengecam datang dari legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona. Mantan pesepakbola yang terkenal dengan gol 'Tangan Tuhan-nya' pada Piala Dunia 1986 itu mengaku kecewa dengan kompatriotnya.
Menurutnya, Messi tak punya mental 'ksatria' yang berani bertempur meski secara matematis kalah dari Cristiano Ronaldo dalam perebutan penghargaan Pesepakbola Terbaik Pria 2016.
Sebelumnya, Ronaldo memang lebih difavoritkan daripada Messi untuk meraih penghargaan individual ini. Hal itu mengacu pada prestasi Ronaldo musim lalu, diantaranya membawa Real Madrid juara Liga Champions.
Ditambah lagi dengan kesuksesan striker berusia 31 tahun itu mengantarkan negaranya Portugal untuk pertama kali mengangkat trofi Piala Eropa pada Juli 2016 lalu.
"Saya kecewa dengan Messi, dengan hanya menonton penghargaan ini dari rumah, Anda sama saja tidak berjuang untuk apa-apa," kata Maradona kepada TVE.
"Saya tidak tahu kenapa Barcelona tidak datang ke acara sepenting ini. Mereka punya prioritas dan prioritas itu membuat Leo tidak datang ke acara ini. Saya pikir dengan mereka datang ke sini (Zurich) mereka bisa berjuang lebih daripada mereka memilih tetap di Barcelona," pungkas Maradona.
Kritikan yang hampir senada juga disampaikan legenda sepakbola Brasil dan Madrid, Roberto Carlos. Carlos bahkan menasehati Messi untuk belajar tentang kelegowoan dari Ronaldo.
"Saya sedih dan kecewa Leo dan rekan-rekannya tidak datang. Mereka adalah pesepakbola hebat dan kami semua di sini ingin melihat mereka datang," kata Carlos.
Baca Juga: Isi Pidato Megawati yang Menggetarkan Kadernya di Ultah PDIP
"Kami semua ingin melihat Messi, dan juga pemain lain serta pelatih Barcelona di sini. Ini penghargaan FIFA. FIFA adalah otoritas tertinggi dalam sepakbola. Jadi, seharusnya orang-orang datang ke sini (jika diundang)."
"Cristiano telah belajar akan hal penting seperti ini dan saya rasa Leo juga harus belajar bahwa dia harus ada di sini. Real Madrid juga memiliki pertandingan minggu ini, tapi perwakilan mereka semuanya datang ke Zurich," tambahnya.
Di lain pihak, legenda sepakbola Madrid lainnya, Michel Salgado, mencibir ketidakhadiran perwakilan Barcelona. Menurutnya, hal itu sama saja mencoreng reputasi Barcelona sebagai salah satu klub besar.
"Real Madrid sekarang adalah tim terbaik di dunia, jadi mungkin inilah efek dari keputusan dari para pemain Barcelona. Barcelona salah tidak mengirimkan pemain terbaik mereka (ke sini)," kata Salgado.
"Saya tahu mereka punya masalah dengan FIFA di masa lalu, tapi Barcelona harus mengerti jika FIFA telah berubah. Sikap ini bukanlah yang Anda harapkan dari salah satu klub terbesar di dunia," pungkas Salgado.
Selain Messi, para penggawa Barcelona lainnya, seperti Gerard Pique, Luis Suarez, dan Andres Iniesta juga tidak hadir. Padahal, keempat pemain tersebut masuk dalam daftar penerima penghargaan FIFA FIFPro World11--tim terbaik FIFA 2016.
Alasan pihak Barcelona tidak memberangkatkan para pemainnya lantaran tengah fokus persiapan menghadapi leg kedua 16 Besar Piala Raja Spanyol melawan Athletic Bilbao di Camp Nou, Rabu (11/1/2017).
Barcelona cukup menang 1-0 pada laga nanti untuk bisa lolos ke perempat final, mengingat di leg pertama, 5 Januari lalu, mereka kalah 1-2. (Soccerway)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil