News / Nasional
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:25 WIB
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman. (Suara.com/Lilis Varwati)
Baca 10 detik
  • Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyatakan Presiden Prabowo Subianto meminta Panglima TNI dan Kapolri mengusut tuntas tambang ilegal di Bangka Belitung pada Jumat (14/8).
  • Penyelidikan tersebut mencakup dugaan keterlibatan oknum aparat dari institusi TNI dan Polri dalam aktivitas pertambangan timah ilegal tersebut.
  • Habiburokhman menilai penegakan hukum dan pemulihan aset oleh pemerintah sudah menunjukkan banyak kemajuan signifikan dalam penanganan masalah ini.

Suara.com - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan permintaan Presiden Prabowo Subianto agar tambang ilegal di Bangka Belitung diusut tuntas juga mencakup dugaan keterlibatan oknum aparat.

Hal itu disampaikan Habiburokhman menanggapi pidato Prabowo saat Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, hari ini, Jumat (14/8).

Habiburokhman mengatakan Presiden Prabowo telah meminta Panglima TNI dan Kapolri mengusut persoalan tambang ilegal, termasuk apabila terdapat anggota dari kedua institusi yang terlibat.

"Iya tadi Panglima TNI dan Pak Kapolri ya, dua institusi tersebut diminta untuk mengusut tuntas, termasuk terhadap oknum-oknum dari dua institusi tersebut yang mungkin saja ada dalam masalah-masalah tambang ilegal di timah, di apa namanya, Babel (Bangka Belitung) tersebut," kata Habiburokhman.

Dalam pidatonya, Presiden menyoroti masih adanya persoalan tambang ilegal dan meminta aparat penegak hukum mengambil tindakan.

Habiburokhman menilai persoalan tambang ilegal yang kembali disinggung Prabowo dalam pidato tahun ini bukan berarti pemerintah dan aparat penegak hukum tidak melakukan penanganan.

Menurut dia, sudah terdapat banyak kemajuan dalam pemberantasan persoalan tersebut maupun agenda penegakan hukum secara umum.

"Sudah banyak sekali kemajuan. Sudah banyak sekali kemajuan, justru tadi disampaikan kemajuan-kemajuan tersebut ya, soal konteks program-program strategis, pemberantasan korupsi, semua sudah disampaikan," ujarnya.

Ia juga menyinggung capaian aparat penegak hukum dalam melakukan pemulihan aset atau asset recovery.

Baca Juga: Tak Peduli Angka Pertumbuhan Ekonomi, Prabowo Kejar Masyarakat Makmur dan Tak Kelaparam

"Begitu banyak asset recovery yang sudah dilaksanakan oleh para penegak hukum. Justru tadi update-nya ya," katanya.

Sebelumnya, dalam pidatonya, Prabowo menyinggung persoalan tambang ilegal sebagai salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian pemerintah.

Prabowo meminta aparat mengusut aktivitas pertambangan ilegal, termasuk dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas tersebut.

Pernyataan itu kembali menyoroti persoalan tambang ilegal yang sebelumnya juga pernah disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan tahun lalu. 

Habiburokhman menilai pesan Presiden tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap persoalan yang masih tersisa dan terus melakukan pembenahan dalam penegakan hukum.

Load More