Suara.com - Semen Padang FC masih mencari tiga pemain U-23. Hal itu untuk memenuhi kuota atas keputusan kongres PSSI yang mewajibkan peserta ISL 2017 harus memakai lima pemain U-23 dengan tiga orang wajib turun sebagai pemain inti.
CEO Semen Padang Daconi mengatakan pihaknya masih mencari tiga pemain muda untuk melengkapi lima pemain muda di timnya. "Siapa pemainnya masih belum bisa disebutkan," katanmya di Padang, di Padang, Selasa (10/1/2017).
Saat ini SPFC baru mengontrak 15 pemain, diantaranya dua pemain U-23, yaitu penjaga gawang Rendy Oscario dan penyerang Adi Nugroho.
Manajer Semen Padang Suranto menjelaskan untuk mencari pemain muda tidak akan sesulit merekrut pemain-pemain senior atau pun pemain asing. "Pemain muda Sumbar juga cukup banyak memiliki kemampuan yang cukup baik. Nanti akan kami lihat dulu," jelasnya.
Ia mengatakan tidak menutup kemungkinan untuk memulangkan kembali alumni U-21 Semen Padang tahun 2014 yang sempat menjuarai ISL U-21.
"Bisa saja pemain-pemain tersebut akan kami pulangkan, tapi untuk pastinya nanti akan diputuskan melalui rapat," jelasnya.
Sementara itu, Pelatih Kepala Semen Padang FC Nil Maizar mengatakan akan melaksanakan peraturan dengan menggunakan pemain U-23 dalam turnamen ISL mendatang.
"Kami tentunya siap menjalankan aturan menggunakan lima pemain muda pada kompetisi nanti," ujarnya.
Ia mengakui susah dalam menemukan pemain muda dengan kualitas yang mampu bersaing dengan para pemain senior.
"Untuk mencari pemain muda yang layak saat ini sangat susah. Apakah akan menggunakan pemain lokal atau mencari dari luar, kami akan melakukan rapat dulu dengan manajemen," jelasnya.
Rencana latihan perdana Semen Padang FC dalam persiapan menghadapi ISL 2017 akan dilaksanakan pada 16 Januari mendatang. Namun Nil belum bisa memastikan, pemain mana saja yang akan mengikuti latihan perdana itu.
"Apakah hanya akan latihan dengan pemain yang sudah di kontrak saat ini atau sudah ada pemain baru lainnya, lihat saja nanti," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Cara Semen Padang Rekrut Stefano Lilipaly: Dari Video Call hingga Bujuk dengan Ini
-
Andre Rosiade Curiga Promosi ke Super League Sudah Diatur, Minta Championship Berjalan Adil
-
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Rela Turun Kasta demi Gabung Semen Padang
-
Imran Nahumarury Bertekad Bawa Semen Padang Kembali ke Super League
-
Rizky Ridho Kecewa Persija Kalah, Tragedi Kartu Merah Gagal Beri Kado untuk Jakmania
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor