Suara.com - Tim Nasional Indonesia U-19 gagal pertahankan keunggulan saat beruji coba melawan Celebest FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (17/6/2017).
Egi Maulana dan kawan-kawan dipaksa bermain imbang 1-1 dalam laga uji coba perdana mereka selama pemusatan latihan di Pulau Dewata.
Feby Eka Putra membuka keunggulan lebih dulu untuk Timnas U-19 pada menit ke-32. Namun, pasukan Indra Sjafri tersebut lengah di akhir-akhir pertandingan, lewat gol yang dicetak Ari Kiswanto.
Atas hasil ini, Indra mengatakan skuat asuhannya sudah bermain cukup baik. Menurutnya, tim Garuda Muda sudah bisa mengontrol jalannya permainan dan mendominasi pertandingan.
"Tekanan dilakukan oleh kita sejak menit awal. Kami juga kunci permainan mereka. Awalnya kita mengira mereka mampu pressure kita, namun malah terbalik," kata Indra usai pertandingan.
Mantan Pelatih Bali United itu pun mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diperbaiki oleh skuat asuhannya.
Terutama masalah finisihing, karena Timnas U-19 banyak membuang peluang ketika berada di depan gawang.
"Finishing masih menjadi PR buat kami, harus lebih serius dalam menyelesaikan finishing. Kami memang dominan tadi, tapi tetap harus ada perbaikan, kekurangan yang ada akan kami benahi dan semoga tampil lebih baik lagi," ujar Indra.
Baca Juga: Kesehatan Menurun, Polisi Pulangkan Firza Husein
Sementara itu, pemain Timnas U-19 Lutfi Kamal mengaku dia dan rekan-rekannya sudah bermain cukup baik meski gagal menang. Itu karena lawan yang mereka hadapi merupakan tim senior Celebest FC yang berkompetisi di Liga 2.
"Pertandingan yang sangat bagus, kami nyaris menang. Namun, inilah sepakbola. Lawan Celebest yang notabene diisi oleh pemain senior sangat bagus buat kami, apalagi mereka main di Liga 2. Tadi kami tampil dominan dan membuat mereka kewalahan dengan permainan kita," ujar Lutfi.
Selain melawan Celebest FC, skuat Garuda Muda rencananya akan kembali melakukan pertandingan uji coba. Tercatat ada Perseden Denpasar dan Badung FC yang bakal menjadi lawan mereka selanjutnya.
Berita Terkait
-
Widodo C Putro Latih Bali United, Indra Sjafri: Sosok yang Tepat
-
Jelang TC ke Bali, Indra Sjafri Lakukan Perubahan Posisi Pemain
-
Uji Coba Timnas U-22 Kontra Puerto Rico Digelar di Sleman
-
Kursus Instruktur Pelatih Penting Bagi Indra Sjafri, Kenapa?
-
Ini Cara Indra Sjafri Melihat Perkembangan Timnas U-19
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan