Suara.com - Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi berkomentar soal tingkah laku suporter di Liga 1 dan Liga 2 yang masih belum bisa tertib di setiap pertandingan. Edy mengatakan rusuh suporter tersebut dikarenakan ketidakpuasan fans kepada klubnya tersebut.
Salah satu kejadian yang cukup menarik yakni rusuhnya suporter Persib Bandung Bobotoh saat laga menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Patriot, beberapa waktu yang lalu. Akibat kejadian itu, Komisi Disiplin PSSI memberikan sanksi denda sebesar Rp45 juta dan hukuman bagi Bobotoh tidak boleh menggunakan atribut selama tiga pertandingan.
"Ini karena ketidakpuasan rakyat kita," kata Edy.
Tidak hanya di Liga 1, beberapa suporter di Liga 2 juga terlibat bentrokan di jalan menuju ke stadion. Tindakan seperti itu setidaknya mampu merugikan klub kesayangan dan juga pihak lain.
Edy menegaskan nanti ke depannya suporter tersebut bakal lebih baik dan mematuhi aturan yang ada. Nantinya, juga akan ada pembinaan suporter dari pihak PSSi agar lebih baik lagi ke depan.
"Nanti kalau kita sudah membina dan menunjukan pemain kita, ini bisa menjadi hiburan masyarakat, saya yakin rakyat juga akan lebih tertib," jelas Edy.
Berita Terkait
-
Gelombang Pemakzulan Makin Kencang, PSSI: Kami Bersama Gianni Infantino!
-
Soekarno Cup 2026: Dari Lapangan Usia Muda ke Liga Profesional, Ini Skema Besarnya
-
Andai Dapat Restu dari Presiden Prabowo dan FIFA, Erick Thohir Gas Maju Lagi Jadi Ketum PSSI
-
Erick Thohir Ketok Palu: Pemilihan Ketum PSSI Resmi Mundur ke Juli 2027, Ini Alasannya
-
Harga Mati! Presiden Prabowo Targetkan Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia 2030
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan