Suara.com - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menobatkan pesepak bola Indonesia Bambang Pamungkas sebagai ikon sepak bola Asia edisi minggu pertama Juli 2017.
Dikutip dari laman resminya, di Jakarta, Rabu, AFC menyebut Bambang pantas mendapatkan sebutan itu karena dia adalah pemain Indonesia dengan catatan karier paling mentereng.
Penyerang yang akrab disapa Bepe itu, lanjut AFC, merupakan pemain dengan penampilan dan gol terbanyak bersama tim nasional Indonesia.
Selama berkarier, Bepe membela tim Garuda sebanyak 85 kali dan membuat 37 gol.
Selain itu, pesepak bola kelahiran Semarang juga dianggap sebagai pemain paling penting dalam sejarah klub Persija Jakarta dengan mencetak lebih dari 150 gol untuk tim Macan Kemayoran itu dari lebih dari 300 penampilan.
Prestasi lain yang dipandang penting oleh AFC adalah Bambang Pamungkas merupakan salah satu atlet pembawa bendera Olimpiade London 2012 mewakili Indonesia.
Sepanjang kiprahnya di sepak bola, Bepe sudah membela empat tim dalam dan luar negeri yaitu Persija Jakarta, EHC Norad (Belanda), Selangor FA (Malaysia) dan Pelita Bandung Raya.
Persija Jakarta adalah klub profesional pertamanya di pentas tertinggi nasional. Meski sempat berpindah-pindah tim, di usianya yang menginjak 37 tahun, Bepe kembali ke Persija dan saat ini berkompetisi di liga teratas Indonesia.
Di kancah regional, Bepe diingat sebagai pencetak gol terbanyak Piala AFF 2002 dengan delapan gol.
Total, dia sudah membuat 12 gol di Piala AFF dan menjadikannya pencetak gol terbanyak kelima sepanjang sejarah kompetisi itu bersama legenda Thailand Kiatisuk Senamuang.
Di tingkat benua, Bepe hampir saja membawa Indonesia lolos dari babak grup untuk pertama kalinya pada Piala Asia AFC 2007 yang digelar di Jakarta.
Sayang, walau sempat mengalahkan Bahrain dengan skor 2-1, salah satunya gol dari Bepe, Indonesia tidak lolos ke babak lanjutan setelah kalah di dua laga berikutnya melawan Arab Saudi dan Korea Selatan.
Ketika itu, Indonesia hanya berselisih satu poin dari Korsel di posisi kedua. (Antara)
Berita Terkait
-
Mitchell Baker Cetak Sejarah usai Hattrick di Debut Piala AFF 2026, Ikuti Jejak Legenda Garuda
-
Legenda Timnas Indonesia Prediksi Dua Bintang Muda Ini Bakal Bersinar di Piala AFF 2026
-
Bambang Pamungkas Bela Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026
-
Kegagalan Persija Juara, Jakmania Tuntut Prapanca dan Bambang Pamungkas Segera Mundur Sekarang
-
Indra Sjafri Hingga Bambang Pamungkas Bakal Ramaikan Tayangan Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan