Suara.com - Manajemen klub sepak bola Liga Inggris, Chelsea meminta maaf kepada masyarakat dan penggemar sepak bola di Cina atas tayangan video pemainnya, Robert Kenedy yang dinilai berbau rasisme.
Permintaan maaf itu disampaikan dalam bahasa Inggris dan bahasa Mandarin di laman Chelsea, Minggu (23/7/2017), waktu Inggris.
Sebelumnya klub papan atas Liga Inggris itu juga telah menyampaikan permintaan maaf melalui media mikroblog Weibo yang populer di Cina dan Kenedy telah menghapuskan postingan yang dianggap rasis, demikian laporan media resmi Cina, Senin.
Menjelang pertandingan persahabatan pramusim melawan Arsenal di Beijing, Sabtu (22/7/2017), Kenedy mengunggah dua video di akun Instagramnya.
Dalam unggahan video pertama berjudul "Porra China (xxx China) di akun Instagramnya, Jumat (21/7/2017), Kenedy mengucapkan kata-kata kotor.
Disusul unggahan kedua dalam tayangan seorang petugas keamanan Cina yang tertidur, pemain asal Brazil tersebut keterangan bertuliskan, "Acorda China, Vacillator (Wake up China. You idiot)," sebagaimana dikutip Global Times.
Celotehan pemain berusia 21 tahun itu meresahkan para penggemar Chelsea di Cina dan memicu kecaman dari rakyat Cina.
"Tindakan Kenedy keliru dan dia harus banyak belajar dari kasus ini. Ulahnya tidak seperti saat dia bergabung di dalam tim dan tidak selaras dengan keinginan tim yang memberlakukan persyaratan ketat," demikian pernyataan dari manajemen Chelsea.
Dalam pernyataan tersebut, klub yang bermarkas di London itu juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus bekerja sama dengan Cina.
Para penggemar Chelsea di Cina tidak mengerti kenapa Kennedy bersikap seperti itu. Padahal, dia dan rekan-rekan satu timnya disambut hangat oleh para pendukungnya di Cina.
"Beberapa pemain Chelsea dan pelatih sangat bersahabat dengan Cina dan rakyatnya. Mereka bermain bagus hingga menang 3-0 atas Arsenal. Mereka juga berinteraksi sangat baik dengan para penggemar setelah pertandingan. Tapi ada persoalan dengan ulah Kenedy," kata seorang pendukung Chelsea di Beijing.
Para penggemar Chelsea dan Arsenal tumpah ruah di beberapa tempat makan dan minum di Beijing setelah menyaksikan langsung tim pujaannya itu bertanding di Stadion Olimpiade, Sabtu (22/7/2017). (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi