News / Nasional
Senin, 30 Maret 2026 | 13:27 WIB
Sertu Farizal Rhomadhon, Anggota TNI yang Gugur di Lebanon. [Dok. Instagram @azilaaaaa_]
Baca 10 detik
  • Sertu (Anumerta) Farizal Rhomadhon gugur saat bertugas misi perdamaian dunia di Lebanon pada Minggu malam, 29 Maret 2026.
  • Prajurit kelahiran Kulon Progo tahun 1998 ini menjabat Taban Provost di Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-T/UNIFIL.
  • Penugasan terakhirnya berlokasi di Adshit al-Qusayr, Lebanon Selatan, zona berisiko tinggi dekat perbatasan Blue Line.

Suara.com - Dunia militer Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Sertu (Anumerta) Farizal Rhomadhon, seorang prajurit muda yang tergabung dalam misi perdamaian dunia di Lebanon, gugur dalam tugas pada Minggu malam, 29 Maret 2026. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI dan masyarakat Indonesia.

Sosok Prajurit Muda dari Kulon Progo

Farizal Rhomadhon merupakan prajurit kelahiran Kulon Progo, Yogyakarta, pada 3 Januari 1998. Di usianya yang baru menginjak 28 tahun, ia telah menunjukkan dedikasi luar biasa dengan terpilih menjadi bagian dari Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-T/UNIFIL.

Di kesatuannya, Farizal menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima (Kompi Markas). Sebagai seorang personel Provost, ia memegang tanggung jawab krusial dalam menjaga kedisiplinan dan keamanan internal di lingkungan markas. Rekan-rekannya mengenal Farizal sebagai sosok yang tegas, disiplin, namun tetap memiliki kepribadian yang rendah hati.

Dedikasi di Jalur Diplomasi Militer

Penugasan Farizal ke Lebanon bukan sekadar tugas rutin, melainkan bukti kompetensinya sebagai prajurit yang mampu beroperasi di level internasional. Ia ditempatkan di wilayah Adshit al-Qusayr, Lebanon Selatan, sebuah area yang dikenal memiliki risiko tinggi karena berada di garis depan perbatasan (Blue Line).

Selama masa tugasnya, Farizal berkontribusi aktif dalam menjaga mandat PBB untuk menciptakan stabilitas di wilayah konflik. Pangkat Sersan Satu (Sertu) Anumerta diberikan oleh negara sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas pengabdiannya yang tuntas hingga titik darah penghabisan.

Kronologi Peristiwa di Sektor Timur Lebanon

Peristiwa memilukan ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan yang meningkat di wilayah Lebanon Selatan. Pada Minggu malam, 29 Maret 2026, sekitar pukul 20.44 waktu setempat, suasana di markas Kompi Markas (Kima) Indobatt yang berlokasi di Adshit al-Qusayr mendadak mencekam.

Saat para prajurit sedang berada dalam posisi siaga menghadapi situasi perbatasan yang tidak menentu, sebuah proyektil artileri yang diduga berasal dari arah garis depan jatuh dan meledak hebat tepat di area perimeter markas.

Sertu Farizal Rhomadhon yang saat itu sedang menjalankan tugas pengamanan di area tersebut menjadi salah satu korban terdampak langsung dari ledakan kuat proyektil tersebut.

Meskipun tim medis reaksi cepat UNIFIL segera melakukan evakuasi darurat (Casualty Evacuation) dan memberikan penanganan medis maksimal di Rumah Sakit Level 2, luka fatal akibat hantaman proyektil membuat nyawanya tidak tertolong.

Baca Juga: Malaysia Bela Palestina dan Iran, Tangkap 8 Warga Israel yang Nyasar karena AI

Farizal mengembuskan napas terakhirnya di tengah tugas mulia menjaga perdamaian, meninggalkan jejak pengabdian yang akan selalu dikenang oleh bangsa.

Load More