Suara.com - Dalam waktu dekat, predikat pemain termahal yang dipegang Paul Pogba akan terpatahkan. Jika transfer Neymar selesai dilakukan, maka pemain baru PSG tersebut akan tercatat sebagai pemain termahal di dunia.
Seperti diketahui, Pogba dibeli Manchester United dari Juventus dengan harga 105 juta Euro atau lebih dari Rp1,7 triliun. Sedangkan untuk memboyong Neymar dari Camp Nou, Barcelona memasang banderol sebesar 222 juta Euro atau sekitar Rp3,4 triliun.
Bagi banyak pihak, angka yang bakal dibayarkan PSG kepada Barcelona sangat fantastis. Bahkan melanggar aturan Financial Fair Play, FFP, soal batas harga transfer seorang pemain.
Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, pun seakan tidak percaya atas apa yang tengah terjadi. Namun berbeda dengan manajer Manchester United, Jose Mourinho.
Lelaki yang kerap menuai pro dan kontra lewat komentar-komentar pedasnya itu justru menilai jumlah uang yang akan dikeluarkan PSG adalah wajar. Mengingat Neymar adalah seorang pemain "exceptional" alias luar biasa.
"Saya pikir 200 juta pound untuk Neymar tidaklah mahal," tukas Mou seperti dikutip Soccerway.
"Mahal adalah membeli pemain untuk level tertentu tanpa kualitas yang pasti," sambungnya.
"Neymar adalah salah satu pemain terbaik di dunia. Dari segi bisnis memang sangat kuat, tapi masalahnya bukan Neymar. Masalahnya adalah konsekuensinya," tegas manajer asal Portugal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung