Suara.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan bahwa penyebab selisih paham antara PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan 15 klub Go-Jek Traveloka Liga 1 adalah kesalahan komunikasi.
"Karena itu semuanya seolah-olah kurang transparan dan terjadi kesalahpahaman. Namun saat ini seluruh persoalan sudah selesai," ujar Ketua Umum PSSI Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi usai melakukan pertemuan dengan PT LIB dan seluruh klub Liga 1, kecuali Perseru Serui yang absen, di Jakarta, Selasa.
Selain itu, Edy melanjutkan, silang pendapat LIB dan 15 klub yang menamakan diri Forum Klub Sepak Bola Profesional Indonesia tidak akan membuat peserta liga mogok.
"Tidak pernah ada mogok. Itu wartawan saja yang mancing-mancing," tutur dia.
Edy pun menjelaskan beberapa hal yang menjadi pertanyaan Forum Klub Sepak Bola Profesional Indonesia kepada LIB. Pertama, terkait subsidi Rp7,5 miliar dari federasi kepada setiap tim.
Pria yang juga menjabat Panglima Kostrad ini menyebut bahwa dari awal sudah dijelaskan dana segar itu diberikan bertahap yaitu Rp1,5 miliar di awal musim, Rp516 juta perbulan dan Rp1 miliar terakhir di akhir kompetisi.
Kedua tentang siaran langsung pertandingan Liga 1. Edy memaparkan, soal itu termasuk penjadwalan siaran langsung merupakan hak stasiun televisi swasta TV One selaku pemegang hak siar Liga 1.
"Tentu mereka mempertimbangkan aspek bisnis dan rating. Rating Persib Bandung menjadi yang tertinggi, disusul berurutan Arema FC, Persija dan Bali United," kata dia.
Terakhir mengenai gaji pemain yang dipanggil tim nasional. Edy mengungkapkan, rencana awalnya gaji pemain yang dipanggil timnas ditanggung oleh PSSI, dengan catatan para pemain menjalani pemusatan latihan jangka panjang dan tidak kembali ke klub.
Akan tetapi, yang terjadi saat proses berjalan adalah para pemain timnas tidak melakukan pelatnas jangka panjang dan selalu kembali ke klub masing-masing usai berlatih dan bertanding di bawah panji Merah Putih.
"Itulah mengapa klub yang harus menanggung gaji pemain timnas. Dana Rp7,5 miliar kan untuk menggaji pemain," ujar Edy.
Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar, salah satu perwakilan klub yang hadir dalam pertemuan antara PSSI, LIB dan seluruh tim Liga 1 itu, menyampaikan pihak operator liga terkadang sulit dihubungi oleh klub.
"Mungkin karena mereka sedang sibuk. Ini yang membuat terjadi kesalahpahaman," tutur Umuh, yang timnya tidak masuk dalam 15 tim dalam Forum Klub Sepak Bola Profesional Indonesia.
Namun, dia menegaskan semua masalah sudah diselesaikan dengan baik dan diterima seluruh pihak.
"Semua saling mengerti dan setuju mengikuti kesepakatan. Klub-klub meminta berikutnya sering diadakan pertemuan dengan operator, jangan terlalu lama tidak jumpa," kata Umuh.
Sementara Direktur Utama PT LIB Berlinton Siahaan menolak disebut pihaknya sulit untuk dihubungi. Akan tetapi, alih-alih membela diri lebih jauh, dia meminta semua pihak untuk introspeksi diri dan menyukseskan Liga 1 yang akan selesai kurang lebih satu bulan lagi.
LIB pun berjanji akan memperbaiki kekurangan-kekurangan dan meminta klub melakukan hal serupa.
"Soal-soal yang sifatnya bisa dikomunikasikan, cukup dibicarakan antara klub dan operator liga. Kalau memang tidak bisa diselesaikan, baru dibawa ke federasi," kata Berlinton. (Antara)
Berita Terkait
-
Here We Go! Erick Thohir Spill Indonesia Jadi Tuan Rumah Turnamen Bergengsi FIFA, Apa Itu?
-
Nasib Justin Hubner di Piala AFF 2026 Tergantung Bursa Transfer, Bakal Gabung Persib?
-
PSSI Harap-Harap Cemas! Klub Belum Kasih Izin, Justin Hubner Absen Bela Timnas Indonesia?
-
Jajan di Event Bergengsi Tak Harus Mahal, UMKM Piala Presiden 2026 Bikin Kantong Aman
-
Erick Thohir Apresiasi Timnas Putri usai Juara AFF Women's Cup 2026
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim