Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Hilton Moreira. Striker asal Brasil ini menyebut telah secara resmi tak diperpanjang kontraknya oleh manajemen Sriwijaya FC.
Hal itu diungkapkan Hilton setelah berpamitan kepada klub dan pendukung Laskar Wong Kito melalui akun Instagram-nya, Selasa (21/11/2017).
"Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Palembang, presiden tim, manajer tim, pengurus, tim ofisial, dan pelatih dan Kayamba Gumbs my idola, pemain yang berkerja keras tahun ini untuk bertahan di liga," kata Hilton.
"Memang target utama kami meraih gelar juara tapi akhirnya gagal. Tetapi saya sudah berusaha maksimal dengan bekerja keras di sesi latihan dan pertandingan," kata dia.
Mantan pemain Persib Bandung ini juga menyatakan permintaan maafnya dan sekaligus menyampaikan harapannya agar Sriwijaya FC berjaya pada masa datang.
"Terima kasih semuanya," Hilton menambahkan.
Manajemen Sriwijaya sendiri baru akan mengumumkan skuat untuk Liga 1 musim 2018 pada, Jumat (24/11/2017) mendatang.
Manajemen Sriwijaya juga santer diberitakan telah mendapatkan tanda tangan pelatih Rahmad Darmawan, yang masih terikat kontrak dengan Tim Malaysia, T-Team hingga Maret 2018.
Terkait informasi skuat tim ini, Presiden Klub Sriwijaya FC Dodi Reza Alex meminta para pencinta "Laskar Wong Kito" bersabar karena manajemen klub sedang melakukan finalisasi demi mendapatkan skuat terbaik.
Baca Juga: Wow, Petinju Ini Ukir Sejarah Kemenangan KO Tercepat di Dunia
"Kami minta seluruh pencinta SFC untuk bersabar, terus doakan dan dukung agar harapan kita bersama dapat segera terwujud. SFC kembali merebut gelar juara," kata Dodi melalui laman media sosialnya.
Seluruh pemain Laskar Wong Kito seusai laga terakhir Liga 1 melawan Persipura telah dipulangkan ke rumah masing-masing untuk menunggu pengumuman resmi klub mengenai siapa yang akan dipertahankan atau dilepas ke klub lain.
Bukan hanya nasib skuat lama, pencinta Sriwijaya juga penasaran mengenai siapa pemain-pemain anyar yang mengisi skuat Laskar Wong Kito musim mendatang.
Kabarnya Sriwijaya telah melakukan pendekatan terhadap dua pemain tim nasional Indonesia, Evan Dimas dan Fachruddin Aryanto.
Berita Terkait
-
Sesaat Lagi Kick Off! Link Live Streaming Persib vs Bali United Malam Ini, Maung Bandung Juara?
-
Jalan Terjal Persib di ACL 2, FC Seoul dan Melbourne Victory Jadi Calon Lawan
-
Eliano Reijnders Tak Mau Santai Usai Bela Timnas Indonesia, Bali United Jadi Sasaran Berikutnya
-
Masih Layakkah Thom Haye Dijuluki The Profesor? Bung Towel Kasih Pernyataan Kontroversial
-
Sandy Walsh Tiba di TC Persib dengan Cedera, Begini Kondisi Terbarunya
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prabowo ke Lokasi Karhutla Kubu Raya, Lihat Api dari Dekat Tanpa Masker Begini Arahannya
-
Review Bartender Glass of God: Mengobati Luka Jiwa Lewat Segelas Koktail
-
Sejumlah Kelompok Mahasiswa Tak Ikut Rencana Demo AMPB di Jakarta
-
Seminggu Gempa NTT: Warga Pelosok Hanya Terima Segelas Beras, Sebutir Telur, dan Mi Instan
-
Tak Perlu Bolak-balik Atur Volume, Huawei FreeClip 2 S Andalkan AI
-
Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif
-
Stok Bantuan Gempa NTT Masih 577 Ton, BNPB Siapkan Tambahan Distribusi Udara
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
Bukan Menolak Warga Pati, YLBHI Buka Suara soal Tak Izinkan Bermalam di Diponegoro 74
-
Kabut Asap Kepung Kubu Raya, Presiden Prabowo Tinjau Karhutla di Tengah Udara 'Sangat Tidak Sehat'