Suara.com - Ricardo Kaka, legenda sepak bola Brasil dan AC Milan, pada Minggu (17/12/2017), mengumumkan pensiun dari lapangan hijau. Pesepak bola 35 tahun itu terakhir kali membela Orlando City di liga domestik Amerika Serikat (MLS).
Orang terakhir yang memenangkan Ballon d'Or sebelum penghargaan bergengsi itu didominasi oleh Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo berencana melanjutkan karier sebagai direktur sport dan bahkan mengaku menolak pinangan AC Milan untuk kembali berlaga di Serie A.
"Kini saya akan mempersiapkan diri untuk menemukan fungsi lain di sepak bola," kata Kaka yang pernah merebut gelar Piala Dunia, Liga Champions, Serie A, dan La Liga itu.
"Saya ingin bergabung dengan sebuah klub sebagai direktur sport, seseorang yang berada di antara lapangan dan klub," imbuh dia.
Kaka juga mengatakan bahwa sebagaimana ia menghabiskan banyak waktu untuk menjadi pemain hebat, ia juga ingin mempersiapkan diri dengan baik sebelum bekerja di balik layar.
"Fakta bahwa saya sukses sebagai pemain profesional tak berarti saya otomatis akan menjadi direktur yang baik, jadi saya ingin mempersiapkan diri dari sekarang. Saya akan belajar, memantau, mendekati beberapa klub, terutama klub yang pernah saya bela," beber dia.
Ia juga mengungkapkan bahwa AC Milan, klub yang pernah dibawanya menjuarai Liga Champions, sempat mengajaknya untuk kembali bermain. Tetapi tawaran itu dia tolak. Kaka baru-baru ini diketahui melawat ke Eropa, termasuk ketika menyaksikan laga Liga Eropa antara Milan melawan klun Austria, Wien.
"Milan baru-baru ini menawarkan saya untuk bermain, jadi saya berkunjung ke sana untuk memahami cara kerja klub. Ini adalah hal-hal yang akan saya mulai untuk mempersiapkan diri," jelas dia.
Kaka, yang mengawali kariernya bersama Sao Paulo, sudah 92 kali membela tim nasional Brasil. Ia turut mempersembahkan Piala Dunia untuk negaranya pada 2002. Ia mencetak 29 gol selama 92 kali membela Brasil.
Dikenal sebagai gelandang dengan kemampuan dribble yang memesona, Kaka menikmati masa keemasan bersama AC Milan selama periode 2003-2009. Bersama Rossoneri, ia memenangkan Scudetto pada 2004, Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub pada 2007. Pada tahun yang sama ia dianugerahi gelar Ballon d'Or.
Ia digaet Real Madrid pada Juni 2009 dan pada 2011 ia membawa Los Blancos menjuarai kompetisi Copa del Rey. Dibekap cedera, Kaka pulang ke Milan pada 2013, sebelum hijrah ke AS pada 2014.
Tak banyak pesepak bola dunia yang sukses seperti Kaka. Selain dirinya hanya Bobby Charlton, Gerd Muller, Franz Beckenbauer, Paolo Rossi, Zinedine Zidane, Rivaldo, dan Ronaldinho yang pernah menjuarai Piala Dunia, Liga Champions, dan memenangkan Ballon d'Or sekaligus. (Soccerway/BBC)
Berita Terkait
-
Nils Liedholm: Gelandang Elegan nan Garang, Pahlawan Swedia di Piala Dunia 1958
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Clarence Seedorf Sebut Arsenal 'Tim Juara' usai Tembus Final Liga Champions
-
AC Milan hingga Juventus Berebut Tanda-tangan Bek Manchester City, Siapa yang Dapat?
-
Pelatih Sassuolo Buka Suara Soal Kondisi Cedera Jay Idzes Usai Lawan AC Milan
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Sihir Marcus Rashford Kunci Gelar LaLiga, Sang Bintang Berharap Dipermanenkan
-
Klasemen Liga Prancis: PSG di Ambang Gelar, Lille Berjuang ke Liga Champions
-
Lionel Messi Ungkap Pemain Terbaik di Generasi Setelahnya
-
Profil Timnas Irak: Singa Mesopotamia yang Siap Mengaum di Piala Dunia 2026
-
Pesan Mendalam Kang Dedi untuk Bobotoh: Jangan Nodai Kemenangan Persib dengan Keributan
-
Hitung-hitungan Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia U-17 2026
-
Persijap Jepara Lolos dari Degradasi, Pemain Berharga Rp 6,95 Miliar Ungkap Isi Hati
-
Profil Julian de Guzman: Legenda Kanada dan Perjalanan Besar Menembus Sepak Bola Eropa
-
Ucapan Pelatih Thailand Jelang Piala Asia 2027 Bikin Panas Suporter Timnas Indonesia
-
Profil Younis Mahmoud: Mesin Gol Legendaris Irak yang Menginspirasi Generasi Piala Dunia 2026