- Nils Liedholm merupakan gelandang legendaris Swedia yang meraih kesuksesan besar bersama AC Milan serta meraih medali emas Olimpiade 1948.
- Liedholm memimpin tim nasional Swedia sebagai kapten hingga mencapai partai final Piala Dunia 1958 melawan tim nasional Brasil.
- Setelah pensiun, ia sukses menjadi pelatih dengan mempersembahkan gelar Serie A bagi AC Milan dan membawa AS Roma berjaya.
Suara.com - Pada era keemasan sepak bola Swedia di tahun 1950-an, muncullah salah satu talenta terbaik yang pernah mereka miliki yaitu Nils Liedholm.
Ia adalah seorang gelandang yang bermain dengan keanggunan, namun berubah menjadi predator buas saat mendapatkan peluang di depan gawang.
Untuk ukuran seorang gelandang di masanya, ia sangat produktif dengan torehan 127 gol dari 477 penampilan.
Bakatnya yang istimewa sudah terlihat sejak usia dini. Direkrut oleh Valdemarsviks IF saat baru berusia 9 tahun, permainannya terus berkembang hingga akhirnya ia bergabung dengan salah satu klub terbesar Swedia saat itu, IFK Norrkoping pada tahun 1946.
Puncak kariernya terukir di Italia bersama AC Milan. Di sana, ia menjadi otak dari trio legendaris Swedia yang dikenal sebagai 'Gre-No-Li' bersama Gunnar Gren dan Gunnar Nordahl.
Bersama Rossoneri, Liedholm sukses merengkuh berbagai gelar, termasuk empat trofi Serie A.
Ia bahkan nyaris mempersembahkan trofi Piala Champions (kini Liga Champions) pada musim 1957-58.
Meskipun AC Milan harus takluk 2-3 dari Real Madrid di final, permainan menawan mereka mendapatkan pengakuan.
Bintang Real Madrid saat itu, Alfredo Di Stefano bahkan menyebut bahwa Milan lebih layak menjadi juara.
Baca Juga: Cerita Orang AS Rela Keluar Duit Buat Nonton Bola Jelang Piala Dunia 2026
Sebagai bentuk penghormatan, Di Stefano secara khusus meminta bertukar kostum dengan Liedholm seusai laga.
Di panggung internasional, Liedholm menjadi aktor utama saat Swedia meraih medali emas cabang sepak bola di Olimpiade 1948.
Momen Ikonik Piala Dunia
Momen paling tak terlupakan bagi Nils Liedholm terjadi pada perhelatan Piala Dunia 1958.
Sebagai kapten, ia secara heroik berhasil memimpin Swedia yang saat itu berstatus sebagai tuan rumah, melaju hingga ke partai final.
Di laga puncak, mereka berhadapan dengan tim fenomenal Brasil yang diperkuat oleh seorang remaja ajaib bernama Pele.
Liedholm sempat memberikan harapan bagi negaranya saat ia mencetak gol pembuka yang indah pada menit keempat.
Tag
Berita Terkait
-
4 Bintang Muda Asia Siap Guncang Piala Dunia 2026, Nestory Irankunda Hingga Ibrahim Sabra
-
Pesan Haru Lionel Messi Agar Neymar Kembali Jadi Tulang Punggung Brasil di Piala Dunia 2026
-
Pekerja Stadion SoFi Los Angeles Gugat FIFA Jelang Kick Off Piala Dunia 2026 Karena Ini
-
Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026 di Tengah Perang dengan Amerika Serikat dan Israel
-
Gianni Infantino Minta Lionel Messi Tidak Pensiun Usai Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Neymar Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Kini Sejajar dengan Pele dan Cafu
-
Marselino Ferdinan Ditawari Kontrak Baru dari Oxford United
-
Vinicius Jr Samai Rekor Ronaldo hingga Neymar usai Brasil Bantai Skotlandia di Piala Dunia 2026
-
Ismael Saibari Jadi Pemain Afrika Pertama yang Selalu Cetak Gol di Fase Grup Piala Dunia 2026
-
Lolos Meski Kalah dari Swiss, Kanada Berharap Alphonso Davies Pulih di Knockout Piala Dunia 2026
-
Nasib Skotlandia di Ujung Tanduk usai Dibungkam Brasil, Steve Clarke Pasrah
-
Tertangkap Aksi Tutup Mulut, Ini Alasan Jude Bellingham Tak Dikartu Merah
-
Timnas Brasil Pertahankan Rekor 44 Tahun di Piala Dunia Usai Kalahkan Skotlandia
-
Bola Tertua di Dunia Dipamerkan di Laga Skotlandia vs Brasil, Ini Alasan Sakralnya
-
Hasil Piala Dunia 2026: Vinicius Junior Menggila, Brasil Gilas Skotlandia