Suara.com - Tottenham Hotspur bermain imbang 2-2 dengan tuan rumah Juventus pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (14/2/2018) dini hari WIB. Meski hasil di Juventus Stadium cukup positif, pelatih Tottenham, Mauricio Pochettino rupanya tak terlalu puas.
Juventus mengawali laga dengan luar biasa. 10 menit pertama, Bianconeri sudah unggul dua gol berkat Gonzalo Higuain. Meski demikian, Tottenham seperti tersengat setelah itu. Harry Kane membobol gawang Gianluigi Buffon di menit ke-35.
Juventus lantas membuang peluang untuk memperbesar keunggulan menjadi 3-1, setelah Higuain gagal mengonversi sepakan penalti menjadi gol di penghujung babak pertama.
Sial bagi Juventus, Tottenham berhasil menyamakan skor lewat tendangan bebas Christian Eriksen di pertengahan babak kedua. Sampai peluit panjang dibunyikan wasit, skor 2-2 tetap bertahan.
Bagi Tottenham, hasil seri 0-0 atau 1-1 di Wembley sudah cukup untuk meloloskan mereka dengan keunggulan produktivitas gol tandang. Meski demikian, Pochettino rupanya tak terlalu semringah. Menurutnya Tottenham pantas membawa pulang kemenangan dari lawatan ke Turin.
"Laga yang fantastis. Kami ceroboh dan kebobolan dua gol dalam sembilan menit, tapi karakter yang kami tunjukkan sangat fantastis," ujar Pochettino seperti dilansir BBC Sport.
"Saya ingin memberikan selamat pada para pemain. Mereka tertinggal 0-2 di Turin, dengan lawan yang sangat sulit ditembus, namun kami berhasil menunjukkan karakter. Kami layak mendapatkan kemenangan ketimbang hasil imbang. Sejujurnya kami lebih pantas menang," sambungnya.
"Kami lebih matang sekarang. Dalam beberapa pekan belakangan, tim ini tumbuh dan naik level. Ini adalah contoh bagus untuk kapasitas yang kami punya. Tim ini menakjubkan dalam hal bagaimana mereka bereaksi," ucap Pochettino.
"Anda selalu butuh sejumlah keberuntungan di sepakbola. Partai ini masih terbuka, Juventus adalah tim besar. Namun, kami punya harapan untuk bisa menang di Wembley," tukas eks manajer Southampton tersebut.
Baca Juga: Juventus Gagal Menang, Allegri Tak Risau
Berita Terkait
-
Media Italia Beberkan Keuntungan Juventus Andai Merekrut Emil Audero
-
Tinjau Tenda Darurat di Sikka, Gibran Ditodong Bupati Beri Nama Bayi Korban Gempa yang Baru Lahir
-
Peluang Emil Audero Gabung Juventus Semakin Tipis, Ini Penyebabnya
-
Dirumorkan Balik ke Juventus, Adu Statistik Emil Audero vs Guglielmo Vicario
-
Juventus Bawa Kabar Baik untuk Emil Audero, saat Dia Terancam Jadi Kiper Ketiga Como
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kendaraan Kustom Makin Marak di Jogja, Legalitas Masih Jadi PR Besar
-
Setelah 4 Tahun Terendam, Jalan Cipayung-Pasir Putih Akhirnya Dibuka Lagi
-
Tenaga Penjualan Jadi Kunci Penguatan Industri Asuransi Jiwa
-
Gamelan Makin Digandrungi di Amerika, Pakualaman Beri Peringatan Keras ke Warga Lokal
-
OSL Indonesia Bidik Peluang Tokenisasi Aset di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Digital
-
3 Rekomendasi Bedak Emina untuk Remaja dan Anak Sekolah, Ringan Bikin Wajah Fresh
-
Transaksi Saham BEI Makin Ramai, IHSG Naik 1,93 Persen Sepekan
-
Penggerebekan di Lawang: Polisi Temukan Ribuan Ekstasi Tersembunyi dalam Boneka
-
Gempa Flores M 7,7, Bantuan Logistik Mulai Dikirim untuk Warga Terdampak
-
Benteng Terakhir Sukorahayu: Saat Petani Ikhlas Kehilangan Sawah Demi Damai dengan Gajah