Suara.com - Chelsea harus menelan pil pahit di laga pekan ke-28 Liga Inggris 2017/2018. Bertamu ke markas Manchester United, Minggu (25/2/2018) malam WIB, Chelsea menyerah 1-2.
Chelsea memulai laga dengan sangat apik, di mana Eden Hazard dan kolega mendominasi ball posession dan lebih sering mengancam gawang MU kawalan David De Gea. Chelsea pun unggul lebih dulu usai Willian mencetak gol di menit 32.
Namun, tujuh menit setelah gol Willian, tuan rumah berhasil menyamakan skor via Romelu Lukaku memanfaatkan assist Anthony Martial. Setelah saling jual beli serangan, MU akhirnya unggul 2-1 usai Jesse Lingard menaklukkan kiper Chelsea, Thibaut Courtois.
Alvaro Morata sejatinya sukses mencetak gol di menit 86, namun gol Chelsea ini dianulir setelah asisten wasit menganggap striker berkebangsaan Spanyol itu telah berada di posisi offside sebelum menerima umpan Cesc Fabregas.
Padahal, dalam tayangan ulang terlihat posisi Morata sebenarnya sejajar dengan Chris Smalling sebagai pemain paling akhir di pertahanan MU.
Conte sendiri tampaknya belum bisa menerima sepenuhnya kekalahan yang dialami timnya. Pelatih berusia 48 tahun itu menyebut jika gol Morata harusnya disahkan wasit. Conte juga menyebut jika teknologi Video Assistant Referee (VAR) kini menjadi urgensi di pentas Liga Inggris.
"Saya pikir hasil imbang adalah yang paling adil untuk laga ini. Tapi kita berbicara tentang kekalahan dan itulah yang terjadi," keluh Conte seperti dilansir Sky Sports.
"Saya harus jujur, saya tak melihat situasinya (proses dianulirnya gol). Tapi melihat tayangan ulang, harusnya gol Morata itu sah. Danj jika Anda (media) berkata Morata tidak offside, maka saya pikir VAR memang sangatlah penting terutama untuk kompetisi di Inggris," paparnya.
"Ada banyak momen dalam setiap pertandingan yang memang seharusnya diperhatikan secara teliti," tukas eks pelatih Juventus dan Timnas Italia tersebut.
Baca Juga: Bawa Atletico Hajar Sevilla 5-2, Griezmann Masih Mimpikan Juara
Berita Terkait
-
Marc Cucurella ke Real Madrid: Dulu Tak Mau Tinggalkan Chelsea, Sekarang Berubah
-
Jadi Andalan Chelsea, Marc Cucurella Ungkap Alasan Gabung Real Madrid
-
Real Madrid Dikabarkan Sepakat dengan Enzo Fernandez, Siapkan Tawaran Besar ke Chelsea
-
Chelsea Makin Keropos, Enzo Fernandez Dikabarkan Sepakat Gabung Real Madrid
-
Sadio Mane Ungkap Pernah Sepakat Gabung Manchester United, Kini Buka Peluang Kembali ke Liga Inggris
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Kirim Pesan Menyentuh: Allah Punya Rencana Indah
-
Iran Gugat FIFA! Protes Aturan Diskriminatif yang Rugikan Tim di Piala Dunia 2026
-
Haiti Jadi Negara Pertama yang Angkat Koper dari Piala Dunia 2026 Usai Digilas Timnas Brasil
-
Sejarah Baru! Brasil Salip Jerman Jadi Raja Gol Sepanjang Masa Piala Dunia Usai Lumat Haiti 3-0
-
Fakta Gila Maroko vs Skotlandia: Ismael Saibari Samai Rekor Mo Salah di Piala Dunia 2026
-
Hasil Piala Dunia 2026: Brasil Ngamuk Hajar Haiti 3-0, Matheus Cunha Cetak Dua Gol
-
Gol Kilat Ismael Saibari Bawa Maroko Tundukkan Skotlandia, Selangkah Lagi Lolos ke 32 Besar
-
Pelatih Pantai Gading Peringatkan Jerman: Kami Datang untuk Menang!
-
Herve Renard: Saya Bukan Penyihir
-
Bek Amerika Serikat Emosional Cetak Gol Piala Dunia, Kenang Jejak Sang Ayah di Seattle