Bagi Madrid, musim ini berbeda dengan musim lalu. Di musim lalu Madrid bagaikan gelombang raksasa yang menggulung di lautan, tak terhentikan. Gelar La Liga dan Liga Champions pun berhasil diboyong ke Santiago Bernabeu di akhir kompetisi.
Musim ini, performa Los Blancos tak seganas musim lalu. Meski berhasil mencapai perempat final Liga Champions, di ajang domestik Madrid tengah kedodoran.
Mengantongi 63 poin, Madrid saat ini berjuang keras untuk mempertahankan posisi tiga di klasemen sementara La Liga. Dengan delapan laga tersisa, walaupun secara matematis peluang belum tertutup, Madrid yang kini tertinggal 13 poin dari Barcelona berpeluang besar menyerahkan mahkota La Liga kepada rival abadinya itu.
Pelatih Madrid Zinedine Zidane pun menyadari hal itu.
"Pertandingan ini sangat berbeda dengan final di Cardiff. Permainan kami tidak jauh berbeda, meski kami kehilangan sejumlah pemain. Tapi musim ini tidak sesuai harapan kami," ujar Zidane seperti dikutip Skysports.
Bertolak belakang dengan Madrid, Juventus berpeluang besar mempertahankan Scudetto Serie A musim ini. Pecundangi AC Milan akhir pekan kemarin, La Vecchia Signora kini semakin kokoh di puncak klasemen.
Performa gemilang yang ditunjukkan anak-anak asuhnya di Serie A pun membuat pelatih Massimiliano Allegri semakin optimistis untuk menekuk el Real di Turin, Rabu (4/4/2018).
"Besok kami akan memetik keuntungan (dari laga kandang) dan kemudian membawanya ke Madrid. Untuk itu kami wajib mencetak gol dan jangan sampai kebobolan. Itulah skenario ideal kami," tukas Allegri.
Dybala vs Ronaldo, bomber setengah matang versus raja gol di Liga Champions
Sudah dipastikan Allegri akan mengandalkan pemain asal Argentina, Paulo Dybala, saat timnya menjamu Real Madrid di leg pertama babak perempat final.
Satu gol indah ke gawang AC Milan dan satu assist yang dipersembahkan pemain yang pernah dijuluki "The New Messi" itu membuat Allegri semakin yakin dalam menetapkan "starting eleven" Rabu dini hari nanti.
“Saya yakin Anda melihatnya dalam pertandingan kontra AC Milan, gol yang dia cetak jelas menunjukkan dia dalam kondisi sangat baik dan saya yakin dia akan memainkan pertandingan yang hebat besok,” ujar Allegri seperti dilansir Football Italia.
Kendati tampil menjanjikan di sejumlah laga terakhir Juve, harus diakui jika ketajaman Dybala tidak sebanding dengan mega bintang Madrid, Cristiano Ronaldo. Total 21 gol dan lima assist yang ditorehkan Dybala dari 36 laga bersama Si Nyonya Tua, belum bisa disejajarkan dengan Ronaldo yang di paruh kedua musim ini kerap 'mengamuk' bersama Madrid. 35 gol sudah disarangkan CR7 di musim ini.
Prestasi Ronaldo di Liga Champions pun rasanya tidak akan mampu disamai oleh Dybala yang bisa dikatakan sebagai bomber yang masih setengah matang. Harus diingat jika Ronaldo saat ini merupakan raja gol di kompetisi kasta tertinggi benua biru dengan 118 gol. Rekor yang mungkin hanya bisa dipecahkan oleh mega bintang Barcelona Lionel Messi yang saat ini sudah mengantongi 100 gol.
Juga jangan dilupakan jika Ronaldo saat ini masih memimpin di daftar top skor Liga Champions 2017/18 dengan 12 gol. Jangan pula ditampikkan jika pemain asal Portugal itu sudah lima musim berturut-turut didaulat sebagai pemain paling subur di kompetisi kasta tertinggi benua biru.
Mental juara di kancah Eropa
Selain materi pemain dan statistik performa tim di sepanjang musim ini, masih ada satu faktor penting yang mungkin akan menentukan hasil dari duel jawara Serie A dan La Liga di babak perempat final Liga Champions musim ini. Yaitu faktor mental.
Meraih scudetto di enam musim terakhir, mental jawara Juventus di Serie A tidak perlu lagi dipertanyakan. Tapi jika berbicara kompetisi Eropa, mental juara Si Nyonya Tua tidak sebanding dengan Real Madrid.
Juventus memang pernah memenangkan Liga Champions sebanyak dua kali pada 1985 dan 1996. Tapi setelah itu Juve hanya mampu mencapai dua partai final, di musim 2014/15 dan 2016/17.
Di dua musim tersebut, Juventus memang trengginas sejak fase grup. Akan tetapi di partai puncak, tim besutan Allegri harus menelan pil pahit. Pengamat sepak bola menyebut, bukan materi pemain atau strategi yang membuat Juve bertekuk lutut dari Barcelona (2014/15) dan Real Madrid (2016/17). Melainkan kalah mental.
Seperti dua arah kutub yang berbeda, Madrid justru sebaliknya. Pengalaman mereka di kompetisi Eropa menjadikan mereka sebagai 'raja' di Liga Champions saat ini. 12 trofi Si Kuping Besar diboyong ke Bernabeu, dan belum ada satu klub pun yang mampu menyaingi.
Melirik di dua gelaran Liga Champions sebelumnya, tidak seperti Juve, performa Madrid di fase grup tidaklah fenomenal. Namun ketika kompetisi mulai mengerucut, Madrid mampu keluar sebagai juara. Mentalitas Madrid di kompetisi bergengsi itu pun membuat tim ibu kota Spanyol dijuluki sebagai tim spesialis Liga Champions.
Tag
Berita Terkait
-
FFF Bidik Zinedine Zidane, Timnas Prancis Siap Mulai Era Baru
-
Juventus Resmi Rekrut Zeki Celik Gratis, Bek Serbabisa Turki Dikontrak hingga 2029
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Performa Bellingham Bikin Supoter Timnas Inggris Geleng-geleng: Sukar Dipercaya!
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
BRI Taipei Perluas Akses Layanan Perbankan Bagi WNI dan Pekerja Migran Indonesia
-
Presiden Prabowo Keliru Klaim Indonesia Baru Akan Punya Motor Listrik Nasional
-
BRI Taipei Optimalkan Layanan Perbankan Bagi Pekerja Migran dan Diaspora
-
Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Kraton
-
BRI Taipei Gandeng KDEI Tingkatkan Literasi Keuangan Pekerja Migran
-
Ulasan Cek Khodam: Saat Tren Viral Berubah Jadi Komedi Horor yang Segar!
-
BRI Taipei dan KDEI Perkuat Edukasi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia
-
Monitor Lenovo Yoga Pro 27UD-10 Hadir, Satukan Kamera 4K, Audio Studio, dan QD-OLED dalam Satu Layar
-
BRI Taipei Perkuat Komitmen Inklusi Keuangan Bagi WNI di Taiwan
-
Momen Slavko Vincic Menangis Haru usai Terpilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026