Suara.com - Pelatih tim nasional Prancis Didier Deschamps menegaskan jika sosok Paul Pogba tidak tergantikan dalam skuatnya. Akan tetapi, menurut Deschamps, pemain Manchester United itu masih harus meningkatkan permainannya dalam tim.
Seperti diketahui, dalam pertandingan persahabatan kontra Italia, Sabtu (2/6/2018), Pogba tidak bermain penuh di sepanjang laga. Pemain 26 tahun itu ditarik keluar di menit 86.
Digantikannya Pogba dalam laga itu merupakan bagian dari perubahan strategi Deschamps. Saat Prancis sudah unggul 3-1, Deschamps memilih untuk memperkuat barisan pertahanan menyusul intensitas serangan Italia yang meningkat tajam.
"Tidak semuanya berjalan lancar, tapi dia (Pogba) membantu tim terorganisir dengan baik," ujar Deschamps seperti dikutip Scoresway.
"Saya tidak pernah meragukan potensi Paul (Pogba). Jika saya memanggilnya, itu karena dia tidak tergantikan," tambahnya.
"Saya tahu apa yang mampu dia lakukan. Dia harus meningkatkan permainannya. Saya harus meyakinkan dia, seperti yang saya lakukan kepada pemain yang lain."
Usai menggasak Italia 3-1, Prancis akan kembali melakoni laga persahabatan terakhirnya kontra Amerika Serikat 9 Juni mendatang.
Di putaran final Piala Dunia 2018, Prancis tergabung di Grup C bersama Australia, Peru dan Denmark. Di pertandingan pertama yang akan digelar pada 16 Juni, Prancis akan menghadapi Australia.
Baca Juga: Tak Percaya Ada Tuhan, PM Baru Spanyol Dilantik Tanpa Alkitab
Berita Terkait
-
Bedah Taktik John Herdman, Calon Pelatih Timnas Indonesia: Bangun Serangan dari Belakang
-
Antar Prancis Juara Piala Dunia 2018, Samuel Umtiti Malah Alami Depresi, Kenapa?
-
Era Baru Les Bleus? Zinedine Zidane Diproyeksikan Jadi Pelatih Baru Prancis
-
Paul Pogba Garda Terdepan Bersama 70 Atlet Dunia Desak UEFA Sanksi Israel
-
Deschamps Meradang! Prancis Gagal Raih Tiket Piala Dunia Usai Ditahan Imbang Islandia
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Jesus Casas Batal Latih Timnas Indonesia Berlabuh ke Klub yang Pernah Repotkan Persib Bandung
-
Rp986 Miliar vs Rp11 Triliun, Bodo/Glimt Bukti Si Kecil Bisa Menang Besar
-
Debut Gemilang Maarten Paes di Ajax Ternyata Menyisakan Rasa Sakit Hati Bagi Kiper Joeri Heerkens
-
Jay Idzes Masuk 10 Besar Bek dengan Sapuan Bola Terbanyak di Liga Italia
-
Bojan Hodak Waspadai Strategi Bertahan Madura United Saat Persib Bandung Kejar Poin Penuh Kandang
-
Pesta Gol di Bandarlampung, Paul Munster Puji Konsistensi Bhayangkara FC Tekuk Telak Semen Padang
-
Dejan Antonic Sebut Duel Semen Padang Lawan Bhayangkara FC Lucu Karena VAR Rusak dan Penalti
-
Manchester City Terancam Dikurangi 60 Poin Buntut 115 Dakwaan Finansial Premier League
-
Legenda Chelsea Terseret Sengketa Properti, Dilarang Gunakan Teras Rumah Rp60 Miliar
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan