Suara.com - Timnas Singapura U-19 harus menerima kekalahan telak 0-4 dari Timnas Indonesia U-19 di laga kedua Grup A ajang Piala AFF U-19 2018 di Stadion Gelora Deltas,Sidoarjo, Selasa (3/7/2018) malam WIB. Pelatih Singapura, Rob Johannes Maria pun secara gentle mengakui kekalahan pasukannya.
Rob mengatakan, kekalahan ini layak bagi timnya. Menurutnya, Indonesia memang tampil jauh lebih dominan sepanjang 90 menit. Rob pun menyatakan, kekalahan telak ini akan dijadikan pembelajaran untuk meraih hasil bagus di pertandingan selanjutnya.
"Selamat untuk Indonesia. Mereka memang layak memenangkan pertandingan ini," kata Rob.
Johannes juga mengakui, kekalahan ini akan jadi sangat berharga buat timnya. Pasalnya, banyak pelajaran yang berhasil mereka petik.
"Ini (kalah telak) adalah pengalaman pertama untuk pemain saya. Kami kalah di penguasaan bola. Tapi kami sedikit berani, namun sangat disayangkan hasilnya buruk," tuturnya.
Menurut Rob, dukungan penuh dari suporter Indonesia yang memenuhi stadion memang membuat para pemain Singapura seperti tidak percaya diri. Terlebih atmosfer Gelora Deltras yang penuh akan suara yel-yel.
"Saya sangat menikmati atmosfernya, meski hal tersebut membuat para pemain kami seperti tidak percaya diri. Saya senang melihat Indonesia bermain, sangat menghibur. Energi yang mereka memiliki sangat menghibur untuk siapapun pecinta sepakbola," puji Rob. (Dimas Angga P)
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?