Suara.com - PSIM Yogyakarta dipastikan tidak diizinkan oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Bantul menggunakan Stadion Sultan Agung, Bantul sebagai akibat dari kerusuhan yang terjadi saat pertandingan melawan pada PSS Sleman pekan ke-10 Liga 2 2018, Kamis (26/7/2018).
Rivalitas sengit pada laga bertajuk Derby DIY ini menjadi salah satu faktor pecahnya kerusuhan. Kerusuhan ini mengakibatkan satu penonton biasa (bukan suporter) atas nama Muhammad Iqbal Setiawan (16) meninggal dunia usai menyaksikan pertandingan.
Manajemen PSIM, Deni Sugiarto meminta semua suporter Laskar Mataram wajib belajar dari kejadian ini agar tak terjadi lagi kejadian serupa yang harus mengorbankan nyawa seseorang.
Terkait kasus kematian suporter itu, pihak kepolisian maupun manajemen belum menangkap pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap M Iqbal yang meninggal dengan luka lebam di sekitar wajah dan belakang kepala.
Lalu pindah kemana PSIM Yogyakarta?
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ketajaman Eksel Runtukahu Bersama Persija Jakarta, Sinyal Positif Lini Serang Timnas Indonesia
-
Justin Hubner Sindir NAC Breda yang Picu Polemik Paspoortgate di Belanda
-
Kalahkan Bali United dengan 10 Pemain, Bojan Hodak Puji Kerja Keras Pasukannya
-
Blunder Jay Idzes Jadi Penentu, Pelatih Sassuolo Lempar Sindiran Tajam
-
Juara Piala AFF Futsal 2026 Usai Kalahkan Timnas Futsal Indonesia, Ini Kata Pelatih Thailand
-
Kalah dari Dewa United, Hendri Susilo: Pemain Tidak Patuh
-
Kecewa Kalah dari Persib Bandung, Johnny Jansen: Bali United Seharusnya Menang
-
Inter Milan Menang Dramatis 4-3 atas Como, Kian Dekat ke Scudetto
-
Marie-Louise Eta Ukir Sejarah, Jadi Pelatih Perempuan Pertama di Bundesliga
-
Roberto De Zerbi Tekankan Mentalitas Positif untuk Selamatkan Tottenham dari Degradasi