- Arsenal akan menghadapi Paris Saint-Germain dalam final Liga Champions dengan mengandalkan pertahanan solid dan disiplin organisasi permainan.
- Paris Saint-Germain tampil sebagai tim sangat produktif yang dipimpin Ousmane Dembele untuk menekan lini pertahanan Arsenal di final.
- Kedua tim menghadapi tantangan kebugaran pemain bertahan kunci yang dapat memengaruhi strategi serta keseimbangan permainan di lapangan.
Suara.com - Final Liga Champions musim ini menghadirkan duel yang disebut banyak pengamat sebagai pertarungan dua kekuatan berbeda.
Arsenal datang dengan pertahanan terbaik mereka, sementara Paris Saint-Germain tampil sebagai tim paling produktif di Eropa.
Tim asuhan Mikel Arteta hanya kebobolan enam gol dalam 14 pertandingan Liga Champions musim ini.
Arsenal juga mencatat sembilan clean sheet, hanya terpaut satu laga dari rekor terbanyak sepanjang sejarah kompetisi.
Sebaliknya, PSG tampil ganas di lini depan.
Klub asal Prancis itu telah mencetak 44 gol sepanjang kampanye Eropa musim ini, hanya kurang satu gol dari rekor Barcelona pada musim 1999/2000.
Ketajaman PSG dipimpin Ousmane Dembele yang tampil impresif sepanjang musim.
Dembele mendapat dukungan dari Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia yang dikenal memiliki kecepatan serta kemampuan membuka ruang pertahanan lawan.
Laga ini diprediksi menjadi ujian besar bagi lini belakang Arsenal.
Baca Juga: Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
William Saliba, Gabriel Magalhães, dan kiper David Raya akan mendapat tekanan besar dari agresivitas serangan PSG.
Meski demikian, Arsenal bukan tanpa ancaman. Pada pertemuan musim lalu,
The Gunners mampu menghasilkan expected goals lebih tinggi dibanding PSG, yakni 4,54 berbanding 2,9 dalam dua leg pertandingan.
Arteta juga diyakini akan mengandalkan disiplin organisasi permainan untuk meredam kreativitas lini depan PSG.
Strategi transisi cepat dan kekuatan pressing menjadi salah satu senjata utama Arsenal musim ini.
Masalah Cedera Menghantui Kedua Tim
Berita Terkait
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Hanya Ada 8 Klub! Misi Eks Barcelona Bawa PSG Samai Rekor Real Madrid di Liga Champions
-
Berapa Duit yang Dikantongi Juara Liga Champions? Yang Kalah Cuma Dapat Rp1,2 Triliun
-
Arsenal Terancam Tumbang? PSG Punya Keunggulan 7.000 Menit Jelang Final Liga Champions
-
PSG Siap Tebus Julian Alvarez Rp2,2 Triliun dari Atletico Madrid
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Duel Skuat Rp16 Triliun: Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Thomas Tuchel Yakin Mental Baja Inggris Mampu Tumbangkan Argentina
-
Semifinal Piala Dunia 2026: Barcelona Jadi Tim Penyumbang Pemain Terbanyak
-
Ini Dia Kartu AS Inggris untuk Depak Lionel Messi Cs dari Piala Dunia 2026
-
Head to Head Argentina vs Inggris: Siapa Lebih Unggul Jelang Semifinal Piala Dunia 2026?
-
Ryo Matsumura Tinggalkan Persija, Cedera dan Masa Peminjaman Jadi Awal Perpisahan
-
Abaikan Sejarah 'Tangan Tuhan', Scaloni Minta Rivalitas Argentina vs Inggris Tak Dibesar-besarkan
-
Sesumbar Eks Gelandang Timnas Inggris: Kami Akan Pulangkan Lionel Messi!
-
Bek Prancis Ibrahima Konate Tak Gentar Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Denis Kolinger Ungkap Alasan Pilih Persija Jakarta, Nama Marko Simic Jadi Faktor Tak Terduga