Suara.com - Tim nasional (Timnas) Belgia melumat tuan rumah Skotlandia dengan skor 4-0 pada pertandingan persahabatan di Hamdpen Park, Glasgow, Jumat (7/9/2018) atau Sabtu dini hari WIB.
Hasil ini jadi kekalahan kandang terbesar bagi Skotlandia dalam rentang waktu 45 tahun terakhir.
Sebelumnya, Skotlandia menelan kekalahan terbesar di kandang pada Februari 1973, saat dikalahkan tetangganya, Inggris, dengan skor 0-5.
Baca Juga: Keputusan Pensiun Sudah Bulat, Liliyana Kangen Marahin Tontowi
Sebaliknya bagi Belgia, kemenangan tersebut jadi yang pertama bagi Eden Hazard dan kawan-kawan pasca merebut tempat ketiga pada Piala Dunia 2018.
Meski bertindak sebagai tim tamu, Belgia tampil dominan sepanjang pertandingan.
Striker Romelu Lukaku membuka keunggulan pada menit 30, sebelum Belgia tampil lebih 'garang' setelah jeda turun minum.
Gol berawal dari kurang harmonisnya kerja sama penjaga gawang Craig Gordon dengan rekannya John McGinn.
Gordon mencoba menggulirkan kepada McGinn, namun berhasil dicuri Moussa Dembele, sebelum Dries Mertens mengirim assist yang sukses diselesaikan Lukaku.
Saat babak kedua baru berjalan satu menit, Eden Hazard menambah keunggulan Belgia menjadi 2-0.
Hazard menjadi otak dari gol ketiga Belgia setelah mengirim assist yang dikonversi menjadi gol oleh Michy Batshuayi pada menit 52.
Delapan menit berselang, Batshuayi mencetak gol keduanya pada laga ini dari tepi kotak penalti.
Skor 4-0 untuk Belgia bertahan hingga pertandingan berakhir.
Baca Juga: Rebut Emas Asian Games, Kevin Diguyur Bonus Tambahan Rp 600 Juta
Kekalahan Skotlandia ini jadi yang keempat dari lima pertandingan di bawah asuhan Alex McLeish, yang menggantikan Gordon Strachan yang mundur setelah gagal mengantarkan Skotlandia ke putaran final Piala Dunia 2018.
Sementara bagi Belgia, hasil positif ini jadi modal sebelum melakoni laga perdana penyisihan Grup 2 UEFA Nations League A, melawan tuan rumah Islandia di Laugardalsvollur, Reykjavik, Selasa (11/9/2018) mendatang.
Berita Terkait
-
Dicueki Belanda dan Belgia di Piala Dunia 2026, Akahkah Pascal Struijk Pilih Timnas Indonesia?
-
Sempat Dirumorkan ke Persib, Joey Pelupessy Isyaratkan Bertahan di Lommel SK Usai Promosi
-
Ulasan Film Close: Cerita Humanis yang Menyentuh Isu Kesehatan Mental Anak
-
Joey Pelupessy Bawa Lommel SK Promosi Liga Belgia, Kubur Impian Ragnar Oratmangoen
-
Skuad Timnas Skotlandia Piala Dunia 2026: Pelatih Steve Clarke Boyong Amunisi Terbaik Liga Inggris
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
Terkini
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Gagal Juara, Arsenal Malah Kena Mental Sindiran Menohok Chelsea Lewat Unggahan Medsos
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali
-
Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG
-
Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens