Suara.com - Pelatih Kepala Persib Bandung Roberto Carlos Mario Gomez membantah jika dirinya menuding empat penggawa Maung Bandung terlibat pengaturan skor di laga kontra PSMS Medan dalam lanjutan Liga 1 2018 pada 9 November lalu.
Isu tersebut beredar kencang di media sosial setelah seorang netizen dengan akun @rahyantaswin menyebarkan sebuah screenshot percakapan yang menceritakan adanya ketegangan di ruang ganti Persib usai dikalahkan PSMS Medan.
Empat pemain yang dituding menerima suap dan menyebabkan kekalahan Persib 0-1 di laga tersebut adalah Supardi Nasir, Ardi Idrus, Ghozali Siregar dan Eka Ramdani. Buntut dari masalah tersebut, sejumlah pemain pilar pun ditepikan Gomez di laga kontra PSIS Semarang, Minggu (18/11/2018). Diantaranya Supardi dan Ardi. Sedangkan Febri Hariyadi tidak diturunkan karena tengah sibuk bersama timnas Indonesia di Piala AFF 2018.
Di laga tersebut, PSIS membantai Persib Bandung dengan tiga gol tanpa balas.
Bantah telah menuding pemain, Gomez menegaskan jika urusan dimainkan atau tidaknya seorang pemain ditentukan oleh performa pemain yang bersangkutan.
"Tidak. Masalah pemain (dimainkan atau tidak) ditentukan dari bermain bagus atau jelek, itu saja. Mereka manusia, kadang bermain bagus, tapi bisa juga bermain buruk," kata Gomez di Bandung, Jawa Barat, Senin (19/11/2018).
Sementara itu, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar geram melihat perpecahan yang kini menimpa kubu Maung Bandung. Umuh mengaku akan mengusut tuntas masalah yang memicu ketidakharmonisan di kubu Persib.
"Kemaren saya sangat marah, Bukan marah pada pemain. Tapi saya mengemukakan kemaren, terus terang saja saya buka kemaren," kata Umuh.
"Menerima uang supaya kalah itu kan sangat gila, saya tidak percaya sedikitpun. Demi Allah saya tidak mengeluarkan uang seperti itu, Pak Glenn (Dirut PT PBB) apa lagi. Kenapa kalau menang kita mengeluarkan uang bonus ratusan juta, masa membari orang supaya tidak menang. Gila kan," tambahnya. (Aminuddin)
Baca Juga: Pemain Persib Dituding Pengaturan Skor, Umuh Marah Besar
Kontributor : Aminuddin
Tag
Berita Terkait
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Pelatih Persib Bandung Antusias Sambut ASEAN Club Championship 2026/2027
-
Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?
-
BPK Akan Proses Etik Pegawai yang Terseret Kasus Suap
-
Beckham Putra Dicaci Maki Fans Saat Bela Timnas Indonesia, Bintang Sassuolo Ikut Buka Suara
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jurgen Klopp Kecam Water Break di Piala Dunia 2026: Sepak Bola Disandera Iklan!
-
Dari Bangku Cadangan, Neymar Jadi Otak Gol Vinicius Jr di Piala Dunia 2026
-
Ditahan Imbang Maroko, Ancelotti Bongkar Kelemahan Brasil di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Belanda vs Jepang: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Brasil Tampil Buruk, Ditahan Maroko 1-1
-
Gantikan Marco Silva, Fulham Dikabarkan Boyong Alvaro Arbeloa Sebagai Pelatih Baru
-
Hasil Piala Dunia 2026: Timnas Qatar Cetak Sejarah Usai Imbangi Swiss
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?