- Calon perangkat desa di Kabupaten Pati terpaksa menjual harta demi memenuhi permintaan uang Rp165 juta.
- Fakta tersebut terungkap dalam sidang dugaan korupsi Bupati nonaktif Pati Sudewo di Pengadilan Tipikor Semarang pada Rabu.
- Jaksa mendakwa Sudewo menerima total Rp2,4 miliar dari seleksi jabatan perangkat desa serta Rp3,8 miliar dari proyek kereta api.
Suara.com - Sejumlah calon perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengaku harus menjual hingga menggadaikan harta benda untuk memenuhi permintaan uang sebesar Rp165 juta dalam proses pengisian jabatan perangkat desa.
Hal itu terungkap dalam sidang dugaan korupsi Bupati nonaktif Pati Sudewo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu.
Dalam persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Edwin Pudyono, saksi Dwi Purwanti mengungkap dirinya diminta menyiapkan uang Rp165 juta jika ingin mengisi jabatan Kepala Urusan Keuangan Desa Ronggo.
Dwi mengatakan permintaan tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Ronggo, Sutrisno, setelah dirinya dihubungi.
"Saya dihubungi oleh Pak Sutrisno, Kades Ronggo. Diminta menyiapkan Rp165 juta kalau mau mengisi jabatan kaur keuangan," katanya.
Dwi mengaku hanya diberikan waktu satu hari untuk menyediakan uang tersebut. Kondisi itu membuatnya terpaksa mencari pinjaman dari keluarga dan tetangga.
Selain Dwi, saksi lain bernama Sulastri juga mengungkap pengalaman serupa. Ia mengaku menjual emas dan sepeda motor, serta menggadaikan sertifikat tanah untuk memenuhi permintaan uang Rp165 juta saat mengikuti proses seleksi Kepala Seksi Perencanaan Desa Ronggo.
Sementara itu, Nur Faidah menyebut dirinya harus menjual emas dan memakai tabungan pribadi untuk membayar uang dengan nominal yang sama ketika mengikuti seleksi calon kepala dusun di Desa Sriwedari.
Dalam persidangan tersebut, jaksa juga mengungkap dugaan keterlibatan Kepala Desa Sukorukun Sukarjan dan Kepala Desa Arumanis Sumarjono dalam pengumpulan uang dari para calon perangkat desa.
Baca Juga: Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
Keduanya disebut memiliki peran sebagai tim sukses Sudewo dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Jaksa mendakwa Sudewo menerima uang sebesar Rp2,4 miliar terkait proses pengisian jabatan perangkat desa periode 2025–2026.
Selain perkara tersebut, Sudewo juga didakwa menerima suap dan gratifikasi terkait proyek di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dengan nilai sekitar Rp3,8 miliar.
Berita Terkait
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Siapa Nabila Gardena? Influencer Hits yang Dikaitkan dengan Alwin Albar Tersangka Korupsi
-
Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK
-
KPK Tuntut Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso 5 Tahun Penjara di Kasus Jual Beli Gas
-
Percakapan Lodewyk Pusung dengan Istri jadi Bukti Kasus Korupsi MBG
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Jual Emas hingga Gadai Sertifikat Tanah, Calon Perangkat Desa Pati Bongkar Setoran Rp165 Juta
-
Benarkah Menambah Taman Kota Bisa Mengurangi Gelombang Panas? Ini Temuan Peneliti
-
4 Sepatu 910 Nineten untuk Daily Running, Nyaman dan Empuk Dipakai Latihan Lari
-
Rupiah Akhirnya Bangkit! Ditutup Menguat ke Rp18.073 per Dolar AS
-
Koperasi Desa hingga Pelosok, Mengapa Sekolah Rusak Justru Dibiarkan?
-
Detik-Detik Ibu di Way Kanan Melahirkan di Mobil Akibat Jalan Rusak Parah
-
Sutrimo Pembantu Febrie Adriansyah Tewas Tak Wajar, Puslabfor Polri Uji Sampel dari Lokasi Kejadian
-
Konsisten Terapkan Industri Hijau, Semen Gresik Sabet Penghargaan Jateng Green Industrial Summit
-
Dramatis! Detik-detik Teriakan Tetangga Selamatkan Lansia dari Kebakaran di Situbondo
-
Kelebihan Rudal QW-12 dan Rudal FN-16 Buatan China yang Dibeli Iran saat Perang dengan Amerika