Suara.com - Partai pekan ke-33 Liga 1 2018 antara tuan rumah Bali United vs Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (2/12/2018) malam WIB, memang cukup chaos. Tercatat laga sempat dihentikan wasit di enam kesempatan!
Ya, laga yang mempertemukan dua tim elite Tanah Air ini harus ternoda oleh aksi tak bertanggung jawab suporter. Fans tuan rumah menyalakan flare, bom asap, hingga petasan yang mengganggu jalannya pertandingan.
Sempat dihentikan sampai enam kali akibat flare yang 'membakar' dan mengasapi stadion, alhasil pertandingan pun memakan waktu lebih lama. Wasit tercatat baru meniup peluit panjang di menit 104, dengan banyaknya tambahan waktu, terutama di penghujung babak kedua.
Persija sendiri berhasil menundukkan tuan rumah dengan skor 2-1 berkat gol cantik Sandi Sute dan penalti Marko Simic, sebagaimana Bali United hanya bisa mencetak gol konsolasi via Stefano Lilipaly.
Pelatih Persija, Stefano Cugurra pun mengungkap rahasia anak-anak asuhannya tetap fokus meski dapat 'teror' dari suporter tuan rumah dan pertandingan sering terhenti.
"Beberapa kali laga memang dihentikan. Tapi saya sering bilang ke pemain, sebelum pertandingan harus konsentrasi, sampai wasit menyelesaikannya," ucap pelatih yang akrab disapa Teco itu.
"Kalau berhenti dan pemain hilang konsen, bisa bahaya! Pemain Bali United menyerang sangat bagus, mereka punya Stefano Lilipaly dan (Ilija) Spasojevic. Tapi kami fokus, tak terpengaruh faktor non-teknis dari luar lapangan. Itu kunci kemenangan kami kali ini," celotehnya.
Persija sendiri tengah bersaing ketat dengan PSM Makassar dalam perebutan gelar juara Liga 1 musim ini. Persija saat ini ada di posisi puncak klasemen dengan 59 poin dari 33 pertandingan. Sementara itu PSM turun ke posisi kedua dengan poin 57, namun mereka baru melakoni 32 laga.
PSM sendiri baru akan memainkan pertandingan pekan ke-33 mereka pada Senin (3/12/2018) malam WIB, yakni melawan tuan rumah Bhayangkara FC di Stadion PTIK, Jakarta.
Baca Juga: Mengamuk di Babak Kedua, Arsenal Libas Tottenham 4-2
Jika PSM berhasil mengalahkan Bhayangkara, maka otomatis Persija akan turun kembali ke peringkat kedua. Dan jika memang PSM menang, maka pekan ke-34 alias pekan pamungkas Liga 1 2018 akan menjadi pekan hidup mati bagi PSM dan Persija.
Berita Terkait
-
Resmi Berpisah, Ini Statistik Mentereng M Rahmat di Bali United
-
Witan Sulaeman Buka Suara Usai Disebut Bakal Gabung Garudayaksa FC
-
Rizky Ridho hingga Beckham Putra Disanksi Komdis PSSI usai Duel Panas
-
Satu Pemain Asing Persija Jakarta Umumkan Cabut
-
Kata-kata Menyentuh Mauricio Souza Usai Tak Diperpanjang Persija
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Respons Melbourne City Usai Mathew Baker Promosi ke Timnas Indonesia Senior
-
James Milner Pensiun di Usia 40 Tahun, Akhiri Karier Legendaris Setelah 24 Musim di Liga Inggris
-
Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-19 di Semifinal Piala AFF U-19 2026 Setelah FIFA Match Day
-
Mathew Baker Naik Kelas, Nova Arianto Bangga Target Utama Cetak Pemain Senior Tercapai
-
Antonio Rudiger Bertahan, Alasan Real Madrid Tunda Pengumuman Resmi Kontrak Baru Sang Bek
-
John Herdman Waspadai Malaysia dan Thailand di Piala AFF 2026
-
Misteri Hattrick Piala Dunia: Mengapa Paling Banyak Terjadi di Hari Minggu?
-
Rekor Debutan Termuda Piala Dunia: Pele hingga Etoo, Siapa yang Paling Muda dalam Sejarah
-
8 Pemain Keturunan Timnas Indonesia Dicoret John Herdman di FIFA Matchday Juni
-
Cristiano Ronaldo Jadi Beban? Pundit Sebut Portugal Lebih Berbahaya Tanpa CR7