Suara.com - Dua hari seusai 'menelanjangi' lika-liku praktek kotor pengaturan skor di sepakbola Indonesia lewat program talkshow-nya Mata Najwa, sang tuan rumah menyampaikan sikap perlawanan pada orang lama PSSI.
Sejak terungkap adanya praktek kotor pengaturan skor dari manajer Madura FC, Januar Herwanto dan mantan manajer Persibara Banjarnegara, Laksmi Indaryani, program talkshow Mata Najwa secara berkelanjutan menginformasikan soal pemberantasan praktek yang dilakukan mafia bola tersebut.
Beberapa waktu lalu setelah berhasil mengorek informasi dari para perangkat pertandingan dan tersangka yang diduga terlibat dalam praktek pengaturan skor, Najwa Shihab selaku tuan rumah Mata Najwa membuat mosi tidak percaya pada orang-orang lama dan oknum PSSI.
Diungkap lewat channel Youtubenya yang bertajuk "Untuk Suporter Sepak Bola Indonesia, Catatan Najwa," dara cantik yang sempat dijagokan jadi Ketua Umum PSSI oleh Anggota Pembina PSSI Maruar Sirait itu mengingatkan bahwa federasi sepak bola Indonesia saat ini dalam kondisi sekarat.
Untuk itu ia meminta agar para suporter bersatu tidak saling menghujat atau menjatuhkan satu dengan lainnya. Fokus pada musuh bersama yakni mafia sepak bola yang merugikan.
"Tidak ada gunanya sesama suporter saling ejek. Memangnya kita semua tahu petinggi klub kita itu benar-benar bersih? Yakin klub yang kita dukung tidak pernah menyuap wasit? Mungkin sampai sekarang belum ada yang menyebut klub yang kita dukung, tapi bagaimana besok, minggu depan atau bulan depan?" tanyanya.
"Sepak bola yang penuh kebusukan ini tidak layak saling bertengkar, saling caci dan bantai. Bahkan sepak bola yang bersih pun tidak layak membuat seorang ibu menangisi anaknya tewas sia-sia," lanjutnya.
"teman-teman mari sudahi perkelahian ini. Hentikan saling tuding di dunia nyata dan maya fokus hadapi musuh bersama para begundal yang selama ini mempermainkan kita semua, untuk orang-orang lama di tubuh PSSI ini mosi tidak percaya kami," tegas Najwa.
Sebelumnya, hampir senada dengan Najwa Shihab, pengamat sepak bola, Justinus Lhaksana juga memberikan pernyataan pedas seusai menyaksikan Mata Najwa bertajuk PSSI Bisa Apa jilid 4 melalui channel Youtubenya Jus Talk. Ia menyebut aksi para mafia bola yang melakukan pengaturan skor sebagai pelecehan luar biasa dan patut dihukum sesuai kejahatannya.
"ini pelecehan luar biasa untuk penonton sepak bola di Indonesia jika tidak ada tindakan lebih lanjut pada pelakunya. Siapapun pelakunya mau itu perorangan atau klub harus ditindak tegas," katanya.
Bolatimes/Galih Priatmodjo
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi