Suara.com - Laga-laga lanjutan pekan ke-28 Liga Inggris 2018/2019 siap digelar Kamis (28/2/2019) dini hari WIB nanti. Salah satu laga mempertemukan sang pemuncak klasemen sementara, Liverpool dengan Watford di Anfield.
Meski diunggulkan untuk menang karena bermain di kandang, namun pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mewanti-wanti pasukannya untuk tak menganggap remeh Watford.
Menurut pelatih berpaspor Jerman itu, Watford adalah sebuah tim yang memiliki faktor unpredictable alias susah ditebak.
Liverpool sendiri kini dalam performa yang sebenarnya tidak bagus-bagus amat, meski kini tengah memuncaki klasemen. The Reds hanya meraih dua kemenangan dari lima laga terakhirnya di pentas Liga Inggris 2018/2019, dengan catatan tiga hasil imbang.
Liverpool kini ada di puncak dengan koleksi 66 poin dari 27 laga, hanya unggul satu poin saja dari Manchester City yang duduk di peringkat kedua.
Watford sendiri tentu bukan lawan sembarangan. Klub berjuluk The Hornets asuhan Javi Gracia tersebut saat ini duduk di posisi tujuh klasemen. Watford juga hanya kalah sekali dari delapan laga terakhir mereka di liga
"Watford itu lawan yang sulit. Mereka dalam laju bagus dan mereka punya gaya bermain yang berbeda. Mereka punya faktor unpredictable dalam tim mereka," ujar Klopp seperti dilansir BBC.
"Melawan tim-tim enam besar, mereka tak punya banyak penguasaan bola. Tapi mereka adalah ancaman besar dari serangan balik, bagus dalam bola mati, dan di bola-bola kedua," jelas pelatih berusia 51 tahun itu.
"Situasinya berbeda ketika mereka menghadapi tim-tim lain, mereka jauh lebih proaktif. Kami perlu siap untuk kedua hal ini. Yang pasti, kami jangan sampai meremehkan mereka. Ini bisa jadi petaka," tandas Klopp.
Baca Juga: Man United Badai Cedera, Solskjaer Bawa 3 Pemuda Akademi untuk Lawan Palace
Berita Terkait
-
Alarm Bahaya Tottenham: Usai Dua Musim Finis ke-17, Kini Jadi Juru Kunci?
-
Samai Rekor Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes Jadi Pemain Terbaik PFA 2025/2026
-
Bruno Fernandes Banjir Kritik Usai Manchester United Dipermalukan Hull City
-
Berharap Seri, Hull City Justru Bikin MU Kalah dan Putus Rekor 52 Tahun
-
Jurgen Klopp Resmi Ambil Alih Timnas Jerman, Misi Bangun Ulang Die Mannschaft Dimulai
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan