Suara.com - Menjelang Liga 1 2019 bergulir, PSS Sleman baru saja memperkenalkan satu pemain asing teranyar mereka. Ia adalah eks pemain Timnas Argentina U-17, yaitu Brian Ferrerira yang dikontrak selama 10 bulan atau hingga kompetisi nanti usai.
Brian Ferreira mengaku senang bisa berseragam PSS Sleman. Ia berharap bisa memberikan yang terbaik untuk pasukan Super Elang Jawa di kasta teratas sepak bola Indonesia.
"Target individu untuk selalu memberi yang terbaik buat tim, dan dia secara kolektif ingin mencapai hasil terbaik yaitu PSS bisa berada diperingkat paling atas," kata Brian Ferreira di Kantor PT Putra Sleman Sembada (PSS), Jumat (1/3/2019).
"Ya itu yang akan saya usahakan di sini," tuturnya menambahkan.
Sementara itu, menurut Antonio Teles selaku agen Brian Ferreira, ia tak menampik banyak klub yang mengincar kliennya tersebut. Namun, karena PSS Sleman sangat serius dan Brian juga tertarik, mantan striker Johor Darul Takzim (JDT) itu akhirnya memilih ke Sleman.
"Ya dia sudah deal dan kontrak sampai akhir kompetisi, memang ada pembicaraan dengan beberapa klub dan memang yang paling serius adalah PSS, makanya dia pilih untuk bergabung di sini," ujar Antonio Teles.
"Waktu saya ajukan PSS ke dia langsung cari referensi di internet dan Instagram. Dia sudah tahu PSS punya suporter yang fanatik yang selalu dukung tim ketika kandang maupun tandang. Saya juga lama bermain di Indonesia, dan juga kasih tahu mengenai nama PSS Sleman di Indonesia, jadi dia sudah tahu," tuturnya menambahkan.
Sebagai informasi, Brian Ferreira merupakan pemain asing yang terbilang mentereng. Masih berusia 24 tahun, pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini pernah bermain untuk berbagai klub seperti Velez Sarsfield (kasta teratas Liga Argentina), Olimpo (kasta kedua Liga Argentina).
Selain itu, ada pula JDT (raksasa Malaysia), Fuerza Amarilla SC (Liga utama Ekuador), dan Coquimbo Union (juara kasta kedua Liga Chile 2018).
Baca Juga: Dua Pemain Asing Diajak Makan Malam CEO PSS Sleman, Ini Isi Obrolan Mereka
Bolatimes/Irwan Febri Rialdi
Berita Terkait
-
Kontroversi Spanduk Malvinas, Argentina Pasrah Disanksi FIFA
-
Hidup Sejak Piala Dunia Pertama, Nenek Pendukung Argentina Ini Dapat Jersey Lionel Messi
-
Lautaro Martinez: Saya Sudah Bilang ke Alexis, Akan Cetak Gol
-
Kalem Jelang Lawan Inggris, Lionel Scaloni: Hanya Pertandingan Semifinal Biasa
-
Julian Alvarez: Inggris Lawan yang Lebih Berat!
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun