Suara.com - Fakhri Husaini bergegas menyiapkan staf kepelatihan yang akan mendampinginya selama menakhodai Timnas Indonesia U-19.
Mantan kapten Timnas Indonesia era 1990-an ini sudah menemukan sosok asisten yang tepat untuk membantunya.
Dia adalah Gatot Prasetyo. Gatot ditunjuk sebagai pelatih fisik dan pelatih kiper oleh Fakhri Husaini.
Sementara nama lainnya adalah Mahruzar. Mantan pelatih PSMS Medan ini akan membantu Fakhri Husaini dalam membentuk Timnas indonesia U-19 yang lebih baik.
"Sampai dengan saat ini saya akan bekerja sama dengan Coach Mahruzar terlebih dahulu dan pelatih fisik saya memanggil Coach Gatot," kata Fakhri Husaini saat dihubungi, Sabtu (20/4/2019).
"Tapi saya mesti izin dulu ke Persib (Bandung) untuk masalah Coach Gatot ini. Karena kan saya tidak mau ambil saja harus izin dulu," Fakhri menambahkan.
Uniknya, Fakhri Husaini tidak memanggil staf kepelatihan yang membantunya membawa Timnas Indonesia U-16 juara Piala AFF U-16 2018, beberapa waktu lalu.
Terkait hal ini, mantan pemain Pupuk Kaltim tersebut mengatakan ingin bekerja sama dengan orang-orang baru.
Baca Juga: Legenda MotoGP: Valentino Rossi Bikin Saya Syok
"Jadi untuk Timnas U-19 ini saya ingin bekerja dengan orang-orang baru, karena pasti berbeda atmosfernya dengan Timnas U-16 yang kemarin. Mungkin ini juga yang jadi alasan saya tidak menggunakan staf pelatih yang lama," jelas Fakhri Husaini.
Meski belum diperkenalkan secara resmi oleh PSSI sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia U-19, tugas berat telah menunggu Fakhri Husaini.
Salah satunya kejuaraan Piala AFF U-18 2019 di Vietnam pada 5-18 Agustus mendatang.
Pada ajang ini, skuat Garuda Nusantara tergabung di Grup A bersama Myanmar, Laos, Timor Leste, Filipina, dan Brunei Darussalam.
Sebagai persiapan awal menuju Piala AFF U-18 2019, Fakhri Husaini telah memanggil 60 pemain untuk mengikuti seleksi.
Berita Terkait
-
Bukan GBK, Ini Pertimbangan PSSI Jadikan Pakansari Markas Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Klub yang Prioritaskan Pemain Lokal di Super League akan Dapat Bonus dari I.League
-
Luke Vickery dan Mitchell Baker Jadi WNI, PSSI Tancap Gas Kejar Juara AFF 2026
-
PSSI Nilai Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker untuk Kejar Target 50 Besar FIFA
-
Pesan Tegas Shin Tae-yong untuk PSSI: Masa Depan Sepak Bola Indonesia Ada di Tangan Pemain Muda
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Diam-diam Pantau Kekuatan Timnas Indonesia, Striker Keturunan Depok Takjub dengan Sosok John Herdman
-
Turki Tersingkir Tragis dari Piala Dunia 2026 usai Kalah dari 10 Pemain Paraguay
-
Misteri Proses Naturalisasi Striker VVV-Venlo ke Timnas Indonesia Akhirnya Terjawab
-
Indonesia Bidik Status Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup, Segera Kirim Surat ke FIFA
-
Mulut Pedas Zlatan Ibrahimovic Bikin Thierry Henry Melongo saat Siaran Piala Dunia 2026
-
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Kirim Pesan Menyentuh: Allah Punya Rencana Indah
-
Iran Gugat FIFA! Protes Aturan Diskriminatif yang Rugikan Tim di Piala Dunia 2026
-
Haiti Jadi Negara Pertama yang Angkat Koper dari Piala Dunia 2026 Usai Digilas Timnas Brasil
-
Sejarah Baru! Brasil Salip Jerman Jadi Raja Gol Sepanjang Masa Piala Dunia Usai Lumat Haiti 3-0
-
Fakta Gila Maroko vs Skotlandia: Ismael Saibari Samai Rekor Mo Salah di Piala Dunia 2026