Suara.com - Tottenham Hotspur melaju ke final Liga Champions setelah menyingkirkan Ajax Amsterdam. Berikut lima fakta menarik usai Tottenham Hotspur menang dramatis atas Ajax 3-2 di leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB.
Pada laga di Johan Cruijff Arena, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB. Ajax sempat memimpin lebih dulu 2-0 di babak pertama. Gol tuan rumah masing - masing dicetak oleh Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech.
Namun Tottenham mampu bangkit di babak kedua. Lucas Moura menjadi bintang kemenangan bagi Spurs dalam laga ini setelah mencetak hat-trick, dimana gol ketiganya dilesakkan saat laga memasuki injury time.
Dengan hasil tersebut Spurs menang 3-2 atas Ajax Amsterdam. Agregat kedua tim menjadi 3-3 namun Tottenham berhak lolos ke final karena agresivitas gol tandang.
Sementara di final Liga Champions, Tottenham Hotspur sudah ditunggu oleh tim Inggris lainnya, Liverpool yang lebih dulu lolos setelah menyingkirkan Barcelona lewat comeback dramatis di Anfield.
Berikut 5 fakta menarik usai laga Ajax Amsterdam vs Tottenham Hotspur di leg kedua semifinal Liga Champions yang dihimpun dari Opta.
1. Tottenham Hotspur untuk pertama kalinya mencapai final Piala Eropa / Liga Champions.
2. Spurs enjadi tim kedua dalam sejarah Liga Champions yang mencapai final setelah kalah di leg pertama semifinal di kandang. Sebelumnya justru dibuat Ajax saat melawan Panathinaikos pada musim 1995-96.
3. Partai final Juni nanti akan menjadi final kompetisi Eropa ketiga yang menampilkan dua tim Inggris, setelah final Piala UEFA 1972 antara Spurs dan Wolves dan final Liga Champions 2008 antara Manchester United dan Chelsea.
Baca Juga: Hasil Liga Champions: Liverpool vs Tottenham Hotspur di Final
4. Matthijs de Ligt, 19 tahun, menjadi pemain muda keempat yang mencetak gol di Liga Champions semi final, bergabung dengan Nordin Wooter (Ajax, 1996), Obafemi Martins (Inter, 2003) dan Kylian Mbappe (Monako, 2017).
5. Lucas Moura menjadi pemain kelima yang mencetak hat-trick di semi final Liga Champions dan yang pertama sejak Cristiano Ronaldo untuk Real Madrid saat melawan Atletico pada Mei 2017.
Berita Terkait
-
Maarten Paes Mulai Tersisih di Ajax, Ter Stegen Kini Jadi Kiper Utama di 2 Kompetisi
-
LOSC Lille: Calvin Verdonk Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions
-
Habiskan Rp6 Triliun dalam 3 Tahun, Klub Milik Orang Indonesia Ini Santai Hadapi Ancaman Sanksi UEFA
-
Persija Tawar Kontrak Fantastis Eks Bek Liga Champions Radovan Pankov, Klub Polandia Tak Berkutik
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prabowo ke Lokasi Karhutla Kubu Raya, Lihat Api dari Dekat Tanpa Masker Begini Arahannya
-
Review Bartender Glass of God: Mengobati Luka Jiwa Lewat Segelas Koktail
-
Sejumlah Kelompok Mahasiswa Tak Ikut Rencana Demo AMPB di Jakarta
-
Seminggu Gempa NTT: Warga Pelosok Hanya Terima Segelas Beras, Sebutir Telur, dan Mi Instan
-
Tak Perlu Bolak-balik Atur Volume, Huawei FreeClip 2 S Andalkan AI
-
Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif
-
Stok Bantuan Gempa NTT Masih 577 Ton, BNPB Siapkan Tambahan Distribusi Udara
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
Bukan Menolak Warga Pati, YLBHI Buka Suara soal Tak Izinkan Bermalam di Diponegoro 74
-
Kabut Asap Kepung Kubu Raya, Presiden Prabowo Tinjau Karhutla di Tengah Udara 'Sangat Tidak Sehat'