Suara.com - Lucas Moura sulit untuk menjelaskan perasaanya setelah membawa Tottenham Hotspur untuk pertama kalinya ke final Liga Champions. Lucas menjadi bintang kemenangan Tottenham setelah mencetak hat-trick saat mengalahkan Ajax Amsterdam.
Pada laga di Johan Cruijff Arena, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB. Ajax sempat memimpin lebih dulu 2-0 di babak pertama. Gol tuan rumah masing - masing dicetak oleh Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech.
Tottenham mampu bangkit di babak kedua. Lucas Moura menjadi bintang kemenangan bagi Spurs dalam laga ini setelah mencetak hat-trick, dimana gol ketiganya dilesakkan saat laga memasuki injury time.
Dengan kemenangan agregat kedua tim ini menjadi 3-3, namun Spurs lolos ke final karena agresivitas gol tandang. usai pertandingan, Lucas merasa bahagia bisa membantu Tottenham ke final.
"Ini sangat sulit dijelaskan apa yang saya rasakan saat ini," kata Lucas Moura kepada BT Sport. "Saya sangat, sangat bahagia, sangat, sangat bangga dengan rekan setim saya.
"Kami selalu yakin pada saat ini" Kami selalu berpikir itu mungkin dan kami memberikan segalanya di lapangan," lanjut pemain internasional Brasil ini, seperti dilansir Scoresway.
"Kami adalah keluarga, tidak mungkin untuk menjelaskan, saya sangat senang, itu adalah hadiah yang luar biasa dari Tuhan dan saya ingin membagikannya dengan rekan satu tim saya, keluarga saya dan semua teman saya."
"Ini bukan hanya saya, ini rekan satu tim dan kerja tim saya, Ini terlalu sulit untuk bermain di sini melawan Ajax, Mereka bermain sangat baik."
"Tapi kami memiliki banyak kualitas, bahkan tanpa pemain kunci, kami melakukannya dengan sangat baik, saya sangat bangga, itu tim kami, itu keluarga kami dan kami harus berjuang di semua pertandingan seperti ini."
Baca Juga: Meneteskan Air Mata, Pochettino Sanjung Pemain Tottenham Sebagai Pahlawan
"Sepak bola luar biasa, itu memberi kita momen seperti ini, kita tidak bisa membayangkan, kita perlu menikmatinya, ini adalah momen besar, momen terbaik dalam karir saya."
"Saya hanya dapat mengucapkan terima kasih kepada rekan satu tim saya karena saya tinggal di sini di Tottenham adalah hal yang sulit dapat dipercaya, saya sangat bahagia," pungkas Lucas Moura.
Kini Tottenham bersiap menghadapi tim Inggris lainnya, Liverpool pada final Liga Champions pada 1 Juni 2019. Ini menjadi final pertama bagi Spurs di Liga Champions dan menjadi All English Final kedua setelah Manchester United vs Chelsea pada 2008.
Berita Terkait
-
Carlos Franca Resmi Tinggalkan Persijap, Gabung Klub Peserta Kualifikasi Liga Champions
-
Tottenham Masuk Perburuan Sandro Tonali, Newcastle United Pasang Harga Selangit
-
Bek Baru Tottenham, Beban Berat Marcos Senesi Mengembalikan Kejayaan The Lilywhites Musim Depan
-
Clean Sheet Lawan Mozambik, Maarten Paes Dipuji Klub Raksasa Eropa
-
Cremonese Tak Permanenkan Emil Audero, Timnas Indonesia Bakal Miliki 2 Wakil di Liga Champions?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Neymar Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Kini Sejajar dengan Pele dan Cafu
-
Marselino Ferdinan Ditawari Kontrak Baru dari Oxford United
-
Vinicius Jr Samai Rekor Ronaldo hingga Neymar usai Brasil Bantai Skotlandia di Piala Dunia 2026
-
Ismael Saibari Jadi Pemain Afrika Pertama yang Selalu Cetak Gol di Fase Grup Piala Dunia 2026
-
Lolos Meski Kalah dari Swiss, Kanada Berharap Alphonso Davies Pulih di Knockout Piala Dunia 2026
-
Nasib Skotlandia di Ujung Tanduk usai Dibungkam Brasil, Steve Clarke Pasrah
-
Tertangkap Aksi Tutup Mulut, Ini Alasan Jude Bellingham Tak Dikartu Merah
-
Timnas Brasil Pertahankan Rekor 44 Tahun di Piala Dunia Usai Kalahkan Skotlandia
-
Bola Tertua di Dunia Dipamerkan di Laga Skotlandia vs Brasil, Ini Alasan Sakralnya
-
Hasil Piala Dunia 2026: Vinicius Junior Menggila, Brasil Gilas Skotlandia