Suara.com - Gelandang Mesir Amr Warda yang dilucuti dari skuat karena tudingan pelecehan seksual, akan kembali memperbuat negaranya pada fase gugur Piala Afrika 2019. Amr Warda kembali bergabung dengan tim setelah asosiasi sepak bola Mesir, EFA, mengabulkan permintaan rekan-rekan Warda di timnas.
Sebagaimana diketahui, pemain berusia 25 tahun itu dikeluarkan dari tim menjelang pertandingan antara Mesir kontra Republik Demokrasi Kongo, Rabu (26/6/2019) menyusul tuduhan pelecehan seksual yang viral di media sosial. Sejumlah wanita memposting tangkapan layar dan kesaksian atas komentar cabul Warda, selain video-video vulgar dari pesepak bola 25 tahun itu.
"EFA memutuskan mengurangi larangan bermain sementara kepada sang pemain sehingga hanya berlaku sampai akhir putaran pertama," kata Ketua EFA, Hani Abou Rida.
Tuan rumah Mesir sudah lolos ke 16 besar kompetisi Afrika ini setelah memenangkan dua pertandingan pertama Grup A.
Rekan-rekan satu tim Warda menyampaikan dukungan kepada pemain ini baik selama maupun setelah menaklukkan Kongo 2-0. Mohamed Salah bahkan meminta pemain itu diberi kesempatan kedua, sekalipun mengecam keras pelecehan seksual yang dilakukan rekannya tersebut.
Warda, yang menghabiskan paruh kedua musim lalu sebagai pemain pinjaman untuk Atromitos dari PAOK di Yunani, meminta maaf kepada para pendukung lewat sebuah video di Facebook.
"Ada semangat solidaritas di antara para pemain dan keinginan mereka untuk memaafkan rekan satu timnya Amr Warda," sambung Abou Rida.
Namun keputusan EFA memicu kontroversi, mengingat Mesir tercatat sebagai salah satu negara yang paling buruk hal pelecehan seksual di mana menurut laporan PBB pada 2013 sekitar 99 persen wanita di negara itu pernah mengalami pelecehan seksual.
Banyak pengguna internet, termasuk wanita, menyoroti pembelaan EFA terhadap Warda. Pengguna Internet di Mesir mengecam standar ganda di negaranya di mana sejumlah wanita malah dipenjarakan karena dianggap memicu maksiat.
Baca Juga: Gaji Tak Dibayar, Pemain Zimbabwe Ancam Mundur dari Piala Afrika 2019
Berita Terkait
-
Apa Menu Ramadan Pemain Muslim di Premier League? Kurma Yes, Gorengan No
-
Premier League Lanjutkan Jeda Ramadan 2026, 16 Pemain Muslim Bisa Buka Puasa di Tengah Laga
-
Mohamed Salah dan 4 Bintang Dunia Jalankan Ramadan 2026 Saat Kompetisi Ketat Berlangsung
-
Toleransi Tinggi, Liga Inggris Lanjutkan Tradisi Jeda Laga untuk Pemain Muslim Buka Puasa
-
Mohamed Salah Menuju ke Arab Saudi, Liverpool Siapkan 4 Calon Pengganti
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Jay Idzes Dkk Sukses Tahan Imbang Juventus, Fabio Grosso: Keberanian Kami Dibayar Lunas
-
Final Piala Liga Inggris, Arsenal vs Manchester City: Adu Taktik Arteta Lawan Guardiola
-
Eliano Reijnders Siap Sikut Rekan Sendiri Demi Masuk Starting XI Timnas Indonesia
-
Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Elkan Baggott Duet dengan Jay Idzes?
-
Kabar Buruk dari Jerman! Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Cedera Lutut
-
Juventus Tak Mampu Kalahkan Jay Idzes Cs, Begini Luapan Kekecewaan Spalletti
-
Babak Baru Skandal Dean James, Breda Seret Nama Maarten Paes
-
Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
-
Pimpin Klasemen, Umuh Muchtar Ingatkan Persib Bandung Jangan Jumawa
-
Hasil Liga Italia: Jay Idzes Tampil Penuh, Sassuolo Imbangi Juventus