Suara.com - Bintang sepak bola Brasil, Neymar, lagi-lagi membuat publik terheran dengan tingkah kontroversialnya. Setelah mangkir dari latihan perdana Paris Saint-Germain, ia kini terciduk bermain voli kaki bersama rekan-rekannya di pantai.
Aksi Neymar itu diketahui setelah videonya viral di media sosial. Sontak, tingkah pemain 27 tahun itu menimbulkan tanda tanya besar terkait kelanjutan kariernya di PSG.
Seperti diketahui, Neymar belakangan ini tengah santer diberitakan bakal hengkang dari Parc des Princes. Kemudian ia ingin kembali ke klub lamanya, yakni Barcelona.
Video Neymar bermain voli kaki diunggah oleh akun @Football__Tweet. Video berdurasi 15 detik itu pun mengundang berbagai reaksi dari warganet.
Akun @tensouls misalnya. Ia berkomentar 'Rasa tidak hormat pada klubnya (Paris Saint-Germain).
Selain itu, akun bernama @dimoo14 melontarkan komentar lebih pedas lagi. Ia mengatakan 'Hanya pengingat, Neymar yang tidak tahu berterima kasih benar-benar dibayar 70 € setiap menit, ini harus menjadi kesepakatan terburuk yang pernah dilakukan dalam sejarah sepak bola'.
Bahkan, akun bernama @wooden_files membandingkan aksi Neymar bermain voli kaki masih kalah jauh dari para pemain sepak takraw Indonesia. Ia menyebut 'Tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan olahraga ini dari Asia Tenggara'.
Sementara itu, akibat tindak indisipliner tersebut, pihak PSG tak segan-segan memberikan sanksi tegas berupa denda sebesar 12.000 euro (sekitar Rp 190 juta) di setiap harinya. Sanksi etik itu disebut sudah ada dalam klausul kontrak Neymar bersama PSG.
Menariknya, ayah sekaligus agen dari Neymar, yakni Neymar Sr, mengaku absennya anaknya dalam latihan perdana PSG sudah diketahui oleh pihak klub. Bahkan, PSG disebut sudah mengetahui sejak setahun yang lalu.
Baca Juga: Mangkir Latihan, Denda Rp 190 juta Per Hari Menanti Neymar
Neymar Sr menerangkan bahwa anaknya harus menghadiri acara yang diselenggarakan salah satu badan amal. Oleh karena itu, Neymar paling cepat akan bergabung latihan PSG pada Senin 15 Juli 2019.
Berita Terkait
-
Layvin Kurzawa Resmi Tinggalkan Persib, Tinggalkan Pesan Menyentuh untuk Bobotoh
-
Timnas Brasil Bawa Barang 10 Ton di Piala Dunia 2026, Dari Laser Terapi hingga Ambulans
-
Timnas Voli Putri Indonesia Bidik Empat Besar Piala AVC Putri 2026 di Filipina
-
Pesawat Timnas Brasil Diruwat dengan Ritual Khusus Pakai Air Doa Demi Buang Sial
-
Robert Lewandowski Diincar Fenerbahce Usai Tinggalkan Barcelona
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Sejarah Piala Dunia dalam 3 Menit: Dari 1930 hingga Era 48 Tim di Piala Dunia 2026
-
Layvin Kurzawa Resmi Tinggalkan Persib, Tinggalkan Pesan Menyentuh untuk Bobotoh
-
Okto Maniani Ingatkan Pemain Lokal yang Ingin Bela Timnas Indonesia
-
Bangkok United Lepas Tujuh Pemain, Bagaimana Nasib Pratama Arhan?
-
Egy Maulana Vikri Senang Persaingan di Timnas Indonesia Makin Ketat, Ini Alasannya
-
Bruno Moreira Resmi Tinggalkan Persebaya, Siap Lanjutkan Karier di Luar Indonesia
-
Kronologis Kasus Sardar Azmoun Hingga Dicoret dari Timnas Iran
-
Haiti Pesta Gol ke Gawang Selandia Baru, Menang Telak 4-0 Jelang Piala Dunia
-
Timnas Indonesia Pernah Tumbang dari Oman di Debut Shin Tae-yong
-
Legenda Liverpool Kenny Dalglish Jalani Perawatan Kanker