Suara.com - Trofeo Hamengkubuwono Cup 2019 menjadi ajang yang spesial bagi salah satu bintang Bali United, Muhammad Taufiq. Sebab, berkat turnamen itu, ia bisa kembali bernostalgia dengan PSIM Yogyakarta dan Stadion Mandala Krida.
Seperti diketahui, Taufiq pernah berseragam PSIM selama satu musim pada 2007 atau 12 tahun silam. Walau singkat, mantan gelandang Persib Bandung itu tetap memiliki kenangan bersama Laskar Mataram.
"Alhamdulillah ya, senang bisa bertemu PSIM lagi dan kembali ke Stadion Mandala. Yang pasti banyak kenangan juga di sini, selama satu musim," kata Taufiq kepada Suara.com, Minggu (10/9/2019).
Taufiq turut mengenang keadaan Stadion Mandala Krida pada 2007 silam. Ia mengaku stadion kebanggaan masyarakat Yogyakarta ketika itu tidak sebagus sekarang. Dengan segala fasilitas saat ini, Taufiq pun mendoakan PSIM agar segera naik kasta.
"Wah, dulu jauh banget sama sekarang. Mudah-mudahan dengan adanya stadion ini, PSIM bisa semakin berprestasi. Tahun ini bisa naik ke Liga 1," imbuhnya.
Taufiq juga tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke PSIM suatu hari nanti. Sebab, ia memasrahkan jalan rezeki dan kariernya kepada Tuhan.
"Insya Allah, kalau rezekinya bisa ke sini ya Alhamdulillah," tutup eks gelandang Persebaya Surabaya itu.
Berita Terkait
-
Kalahkan PSIM Yogyakarta, Timnas Indonesia U-23 Juara Trofeo HBX Cup 2019
-
Juarai Trofeo HBX Cup 2019 Begini Tanggapan Indra Sjafri
-
PSIM Kalahkan Pemuncak Klasemen Liga 1 di Ajang Trofeo HBX Cup
-
Bali United Tak Bawa 4 Pemain Asing di HBX Cup 2019, Ini Alasannya
-
PSIM Antusias Hadapi Bali United dan Timnas Indonesia U-23
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan
-
Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?