Suara.com - Pemain timnas Indonesia, Stefano Lilipaly angkat bicara terkait laga kontra Vietnam yang dimainkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (15/10/2019).
Padahal, dua laga home sebelumnya melawan Malaysia dan Thailand, timnas Indonesia menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
Lilipaly mengatakan di manapun timnas Indonesia bermain baginya sama saja. Asalkan main di Indonesia, tetaplah rumah bagi dirinya.
Namun, yang membedakan adalah Stadion Kapten I Wayan Dipta adalah markas Bali United yang merupakan klub Lilipaly. Oleh sebab itu, mantan pemain Persija Jakarta ini sudah paham betul dengan atmosfernya.
"Menurut saya sama saja mau main di Surabaya, Jakarta dan Bali karena masih sama-sama di Indonesia. Masih sama-sama main home," kata Lilipaly dalam jumpa pers sehari jelang laga.
"Tapi mungkin bedanya buat saya adalah ini adalah stadion saya, saya sering main di sini, saya tahu lapangannya seperti apa, dan saya tahu suporter Bali seperti apa," katanya.
Lebih lanjut, Fano sapaan akrab sang pemain menjelaskan suporter Bali akan banyak membantu skuat Garuda. Oleh sebab itu, ia yakin bisa mendapatkan hasil positif.
"Suporter Bali bagus dan harapannya besok bisa dapatkan hasil yang terbaik, itu yang paling penting sebenarnya," pangkasnya.
Baca Juga: Hadapi Timnas Indonesia, Vietnam Tanpa Nguyen Tuan Anh
Berita Terkait
-
Hattrick Lawan Kamboja, Mitchell Baker Ungkap Peran Besar Orang di Balik Layar
-
Mitchell Baker Cetak Hattrick di Laga Debut, John Herdman Singgung Jasa Prabowo
-
Mitchell Baker Cetak Sejarah usai Hattrick di Debut Piala AFF 2026, Ikuti Jejak Legenda Garuda
-
Profil Joshua Baker Adik Mitchell Baker yang Bela Hong Kong, Bisa Dinaturalisasi Jadi WNI?
-
Fakta Mitchell Baker: Sang Adik Bela Hong Kong, Sama-sama Gacor Bobol Lawan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim