Suara.com - Timnas Indonesia U-22 dijadwalkan bakal menggelar pertandingan uji coba melawan Iran sebagai persiapan terakhir jelang bergulirnya SEA Games 2019 di Filipina pada 26 November mendatang. Timnas U-22 akan melawan Iran sebanyak dua kali.
Pertama, uji coba akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (13/11/2019). Lalu, Sabtu (16/11/2019) di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor.
Saat ini, Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan sudah berada di Bali dan bersiap melawan Iran. Selain Egy, ada 27 pemain lainnya termasuk tiga pemain senior yaitu Evan Dimas Darmono, Zulfiandi dan Alberto Goncalves.
"Kami sudah sampai di Bali dan sudah sempat menggelar latihan di Stadion I Wayan Dipta. Total ada 28 pemain yang kami bawa saat ini dan ini termasuk tiga pemain senior, Evan Dimas, Alberto Goncalves dan Zulfiandi," kata Indra Sjafri saat dihubungi wartawan, Selasa (12/11/2019).
Lebih lanjut, Indra menjelaskan uji coba melawan Iran untuk mengukur kelebihan dan kurangan tim selama mengikuti pemusatan latihan. Dari situ diketahui, siapa saja pemain yang akan dibawa ke Filipina untuk SEA Games.
"Setelah menjalani turnamen di China, kami memang menggelar laga uji coba lagi. Ini tentu untuk mencari kekurangan tim dan mengetahui apa yang harus diperbaiki sebelum kami berangkat ke SEA Games 2019," ucap Indra Sjafri.
Nantinya, hanya akan ada 20 pemain yang dibawa ke SEA Games 2019. Dua dari 20 nama tersebut merupakan pemain senior.
Di SEA Games 2019 nanti, timnas Indonesia U-22 tergabung di grup yang cukup berat. Berada di Grup B, Garuda Muda --julukan timnas U-22-- akan melawan Thailand, Vietnam, Laos, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Baca Juga: Ini Wujud Keren 5 Jersey Anyar Tim Peserta Piala Eropa 2020
Berita Terkait
-
Dirumorkan ke Super League, Mauro Zijlstra Justru Jadi Pahlawan Kemenangan FC Volendam
-
Hal-hal yang Membuktikan Timnas Indonesia Berada di Level Berbeda Sepanjang 2025
-
Resmi Diputus Kontrak oleh PSSI, Masa Kejayaan Indra Sjafri Telah Usai?
-
Kisah Striker Thailand: Pulang Abroad dari Liga Jerman Demi Jadi Biksu
-
Gagal Total di SEA Games, Timnas Indonesia U-22 Kini Terancam Sanksi dari Kemenpora
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Hattrick Sorloth Hancurkan Brugge, Atletico Madrid Resmi Amankan Tiket 16 Besar Liga Champions
-
Kondisi Terbaru Pratama Arhan Operasi Meniskus, Terancam Tak Dipanggil John Herdman
-
Perjalanan Jens Petter Hauge: Dari Bocah Bodo ke AC Milan, Kini Depak Inter dari Liga Champions
-
Inter Milan Tersingkir Tragis di Giuseppe Meazza Usai Dipermalukan Bodo Glimt dengan Agregat Telak
-
Jesus Casas Batal Latih Timnas Indonesia Berlabuh ke Klub yang Pernah Repotkan Persib Bandung
-
Rp986 Miliar vs Rp11 Triliun, Bodo/Glimt Bukti Si Kecil Bisa Menang Besar
-
Debut Gemilang Maarten Paes di Ajax Ternyata Menyisakan Rasa Sakit Hati Bagi Kiper Joeri Heerkens
-
Jay Idzes Masuk 10 Besar Bek dengan Sapuan Bola Terbanyak di Liga Italia
-
Bojan Hodak Waspadai Strategi Bertahan Madura United Saat Persib Bandung Kejar Poin Penuh Kandang
-
Pesta Gol di Bandarlampung, Paul Munster Puji Konsistensi Bhayangkara FC Tekuk Telak Semen Padang