Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 02 Januari 2026 | 20:28 WIB
Timnas Indonesia menutup tahun 2025 dengan catatan bersejarah yang menegaskan perubahan level permainan secara signifikan. (instagram.com/@pssi)
Baca 10 detik
  • Timnas Indonesia menjadi satu-satunya wakil ASEAN yang mencapai putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026.
  • Indonesia mencapai peringkat FIFA 118 dunia pada Juli 2025, posisi terbaik dalam hampir dua dekade terakhir.
  • Mentalitas tim terbukti kuat melalui kemenangan ikonik atas China dan Bahrain di Jakarta pada 2025.

Suara.com - Timnas Indonesia menutup tahun 2025 dengan catatan bersejarah yang menegaskan perubahan level permainan secara signifikan.

Sepanjang tahun, Skuad Garuda mengalami perjalanan emosional bak roller coaster yang penuh tantangan dan pembuktian.

Mimpi tampil di Piala Dunia 2026 memang terhenti di putaran keempat kualifikasi zona Asia.

Dua kekalahan pahit di Jeddah melawan Arab Saudi dan Irak menjadi akhir perjalanan tersebut.

Meski gagal melaju lebih jauh, capaian Timnas tetap pantas diapresiasi dengan rasa bangga besar.

Indonesia berhasil menahbiskan diri sebagai raja baru Asia Tenggara di level sepak bola internasional.

Garuda menjadi satu-satunya wakil ASEAN yang mampu menembus putaran keempat kualifikasi Piala Dunia.

Tidak ada negara Asia Tenggara lain yang mampu menyamai pencapaian prestisius tersebut hingga kini.

Thailand dan Vietnam, sebagai rival tradisional, selalu terhenti di putaran ketiga kualifikasi.

Baca Juga: Statistik Kemenangan John Herdman Lebih Bagus dari Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert

Fakta ini menegaskan Indonesia kini berada satu tingkat di atas kekuatan regional lainnya.

Selain prestasi kompetitif, peringkat FIFA Indonesia juga mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2025.

Pada Juli 2025, Indonesia sempat menembus peringkat 118 dunia, posisi terbaik dalam hampir dua dekade.

Pencapaian tersebut mengulang memori era 2006, saat Garuda pernah berada di jajaran elite Asia.

Meski kini turun ke peringkat 122, peluang menembus 100 besar tetap terbuka lebar.

Mentalitas tim juga berkembang pesat saat menghadapi raksasa-raksasa sepak bola Asia.

Load More