Reaksi manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer (kiri) dan manajer Liverpool Jurgen Klopp saat kedua tim bertemu di Old Trafford dalam lanjutan Liga Inggris. Oli SCARFF / AFP
Suara.com - Pemuncak klasemen sementara Liga Premier Inggris, Liverpool, akan menjamu Manchester United. Laga big match Liga Inggris Liverpool vs Manchester United ini akan tersaji di Anfield, Minggu (19/1/2020).
Pada pertemuan terakhir, kedua tim harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 di Old Trafford pada 20 Oktober 2019,
Dalam pertandingan tersebut, tuan rumah Manchester United unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak Marcus Rashford di babak pertama.
Sedangkan gol penyeimbang Liverpool lahir dari aksi Adam Lallana lima menit jelang berakhirnya waktu normal pertandingan.
Kini, Manchester United akan bertandang ke markas Liverpool. Berikut fakta - fakta menarik menjelang laga Liverpool vs Manchester United di Anfield :
- Manchester United tanpa kemenangan dalam empat pertandingan terakhirnya di liga dan piala di Anfield (Seri 2, Kalah 2). Kemenangan terakhir mereka pada Januari 2016 ketika Wayne Rooney mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan Liga Premier.
- Liverpool terakhir menjamu Man United saat berstatus memimpin liga adalah pada September 1990, mereka menang telak 4-0 pada kesempatan itu.
- Liverpool telah kalah di 28 pertandingan Liga Premier melawan Manchester United, delapan lebih banyak dibandingkan dengan klub lain.
- Skuat besutan Jurgen Klopp tidak terkalahkan dalam 38 pertandingan liga (Menang 33, Seri 5), yang merupakan rekor terpanjang ketiga yang dilakukan tim Liga Premier setelah Arsenal dan Chelsea.
- Mohamed Salah gagal mencetak gol atau assists dalam empat pertandingan sebelumnya melawan Manchester United.
- Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer tidak terkalahkan menghadapi empat tim papan atas di liga musim ini, mengalahkan Manchester City, Leicester dan Chelsea, serta imbang lawan Liverpool.
- Man United kalah di dua pertandingan Premier League di Merseyside melawan Liverpool dan Everton. Mereka tidak pernah kalah tiga kali beruntun di liga tertinggi ini sejak 1979.
Komentar
Berita Terkait
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Deretan Rekor Tercipta usai Meksiko Lolos 'Sempurna' ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
-
5 Fakta Menarik Inggris Ditahan Ghana, Rekor Penguasaan Bola Tak Berbuah Kemenangan
-
Pemain Liverpool: Apa yang Dilakukan Lionel Messi Tak Masuk Akal!
-
Latihan Timnas Belanda Memanas, Eks Striker Manchester United Hajar Rekan Sampai Cedera
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey