Suara.com - Gelandang Bhayangkara FC Saddil Ramdani saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan yang terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara. Meski demikian, Saddil tidak ditahan.
Sabtu (4/4/2020), winger lincah tim nasional Indonesia itu mencurahkan isi hatinya di akun Instargram. Dalam unggahannya tersebut, mantan pemain Persela Lamongan itu menyebut jika harga diri keluarga di atas segalanya.
Selain kabar tentang Saddil, Asisten Pelatih Tim Nasional Indonesia Gong Oh-kyun dinyatakan positif terjangkit virus corona. Sedangkan pelatih kepala timnas Indonesia Shin Tae-yong, negatif.
Berikut lima berita sepak bola terkini per 4 April 2020 versi Suara.com.
1. Curhat di Instagram, Saddil Ramdani: Harga Diri Keluarga Lebih Penting
Winger Bhayangkara FC, Saddil Ramdani, curhat di media sosial di tengah dirinya yang sedang berhadapan dengan hukum kasus dugaan penganiayaan di Kendari, Selawesi Tenggara.
Dalam unggahan di Instagram, Saddil tampak seperti sedang menyemangati diri dan menutup telinga untuk orang-orang yang berkomentar, tetapi tidak tahu keadaan yang sebenarnya.
2. Berstatus Tersangka, Saddil Ramdani Tak Dijebloskan Dalam Bui
Baca Juga: Ketika Bir dan Bratwurst Menyelamatkan Klub Bundesliga di Tengah Pandemi
Kepolisian Resor (Polres) Kendari, Sulawesi Tenggara menetapkan pemain Bhayangkara FC, Saddil Ramdani sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan.
Saddil disangka telah menganiaya dan mengeroyok korban atas nama Irwan (25), warga Jalan Chairil Anwar, Kelurahan Wuawua, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari.
3. Berstatus Tersangka, Saddil Ramdani Terancam Dipecat Bhayangkara FC
Saddil Ramdani terancam dipecat Bhayangkara FC apabila terbukti melakukan tindak pidana berupa dugaan penganiayaan terhadap seseorang saat berada di kampung halamannya di Kendari.
Bahkan menurut laporan Polres Kendari, Saddil telah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman penjara selama tujuh tahun. Meski telah dinaikkan statusnya menjadi tersangka, Saddil tidak ditahan pihak kepolisian.
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Diminta Latih Lagi Timnas Indonesia, Bos Persija Kasih Respon Mengejutkan
-
Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia
-
Persija di Bawah Persib Saat Piala Presiden 2026, STY Siapkan 3 Pemain Baru Hingga TC di Thailand
-
Bos Persija Akui Dekati Justin Hubner, Keputusan Shin Tae-yong Jadi Kunci
-
Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?