Suara.com - Legenda Manchester United yang kini bermain di Divisi Championship bersama Derby County, Wayne Rooney mengkritik pemerintah Inggris dan juga Otoritas Premier League.
Rooney melontarkan kritik keras terkait wacana pemangkasan gaji pemain yang merumput di Negeri Ratu Elizabeth, baik itu dari Premier League maupun Divisi Championhip, imbas dari off-nya kompetisi musim 2019/2020 akibat pandemi Virus Corona.
"Jika pemerintah mendekati saya untuk membantu dukungan finansial kepada para perawat atau membeli ventilator, saya akan dengan bangga melakukannya. Ya, selama saya tahu kemana uang itu akan pergi," tulis Rooney dalam kolomnya di The Sunday Times.
"Saya berada di posisi di mana saya dapat memberikan sesuatu, tentu saja. Tapi, tidak semua pesepakbola berada di posisi yang sama. Sekarang tiba-tiba profesi ini menjadi sorotan dengan tuntutan untuk melakukan pemangkasan gaji sebesar 30 persen. Mengapa pesepakbola menjadi kambing hitam? Saya merasa pesepakbola di Inggris kini disudutkan," kecam eks bintang Timnas Inggris itu.
Rencana pemangkasan gaji para pemain memang muncul setelah Operator Liga Inggris, Serikat Pesepakbola Profesional Inggris (PFA), serta Asosiasi Manajer Liga Inggris (LMA) melakukan konferensi via telepon untuk mendiskusikan hal tersebut.
Setelah konferensi tersebut, pemerintah serta Otoritas Liga Inggris pun menyerukan agar para pemain seyogyanya bersedia gaji mereka dipotong hingga 30 persen.
Sementara itu, PFA mengatakan para pemain siap berkontribusi, namun sekaligus juga mengingatkan dampak dari pemotongan gaji 30 persen tersebut adalah menurunnya pendapatan negara dari pajak.
Nah, pengurangan pendapatan tersebut selanjutnya akan berpengaruh kepada layanan medis Inggris, NHS, yang memang didanai pajak.
Rooney sendiri pun mempertanyakan kebijakan Otoritas Liga Inggris dalam melakukan dialog dengan para pemain.
Baca Juga: FIFPro: Tidak Semua Pesepakbola Layak Rasakan Pemotongan Gaji
"Menurut saya, sekarang adalah situasi no-win (bagi para pemain). Dilihat dari arah manapun, kami adalah sasaran empuk," keluh pemain berusia 34 tahun itu.
Berita Terkait
-
Gary Neville Kecam Cara Otoritas Liga Inggris Tangani Krisis Corona
-
Klub Kaya Raya, Man City Tak Potong Gaji Pemain di Tengah Pandemi Corona
-
Wayne Rooney Mengaku Menyesal Bermain di Piala Dunia 2006, Kenapa?
-
Liverpool Jamin Bayar Full Gaji Karyawan di Tengah Pandemi Corona
-
Nasib Liga Inggris Tak Menentu, Klub Ini Terancam Rugi Rp1 Triliun
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Bikin Pemain Brasil Mati Kutu, Ayyoub Bouaddi Didorong Gabung Arsenal
-
Viral! Alisson Becker vs Gabriel Ribut Usai Gol Maroko, Blunder atau Miskomunikasi?
-
5 Fakta Pesta Gol 7-1 Jerman atas Curacao: Ulangi Rekor Saat Bantai Brasil
-
Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Mengamuk Lumat Curacao 7-1
-
Kontroversi Piala Dunia 2026: Wartawan Dilarang Bertanya dalam Bahasa Spanyol
-
Robek Gawang Jerman! Eks Rekan Justin Hubner Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
-
Ruang Ganti Brasil Memanas! Endrick Ngamuk Tak Dimainkan Carlo Ancelotti
-
Miroslav Klose Ikhlas Rekor Golnya di Piala Dunia Disalip Lionel Messi
-
Dilema Scaloni! Julian Alvarez atau Lautaro Martnez, Siapa Jadi Striker Argentina?
-
Vitinha Berani Garansi! Final Piala Dunia 2026 Messi vs Ronaldo Jadi Kenyataan