Suara.com - Penggemar Liga Primer Inggris patut bersenang hati. Pasalnya, kompetisi teratas di tanah Britania itu akan segera kembali bergulir.
Seperti diketahui, Liga Primer Inggris musim 2019/2020 sudah mandek sejak 13 Maret akibat pandemi virus corona. Dan direncanakan kembali bergulir 30 April mendatang jika situasi memang benar-benar membaik.
Wacana melanjutkan Liga Primer Inggris itu pun sudah diketahui oleh Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. Saat ini, pemerintah setempat masih menetapkan aturan lockdown hingga 7 Mei mendatang.
Artinya, jika lockdown sudah dicabut, maka kompetisi bisa dilanjutkan dalam beberapa pekan kemudian. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar kompetisi berlanjut.
Melansir dari Thu Sun, syarat yang diajukan itu antara lain pertandingan wajib digelar tanpa penonton. Kemudian setiap pertandingan ditayangkan secara gratis, bukan melalui langganan televisi berbayar.
Selain itu, Liga Primer Inggris wajib menerapkan protokol ketat. Yang mana semua pemain dan staf klub wajib melakukan tes virus corona secara berkala dan melakukan physical distancing selama laga.
''Kami menginginkan siaran langsung olahraga ini di televisi secepat mungkin. Itu akan memberi seluruh negara semangat yang besar,'' ungkap salah seorang sumber dari pemerintah Inggris.
''Masih banyak yang harus kami lakukan dalam memerangi penyebaran virus corona ini. Masih terlalu cepat untuk memperbolehkan suporter memasuki stadion, tetapi ini adalah cara yang tepat agar olahraga kembali bergulir,'' tandasnya.
Sementara itu, berdasarkan data WHO, jumlah positif virus corona di Inggris per hari ini telah menyentuh angka 149.569 kasus. Sementara angka kematian mencapai 20.319 jiwa.
Baca Juga: Juara Liga dengan 3 Klub Berbeda di Indonesia, Dutra: Sebuah Kebanggaan!
Berita Terkait
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
-
Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya
-
Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung
-
Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'
-
Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru
-
RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni
-
Mitchell Baker Jadi Ujung Tombak Indonesia, Vietnam Andalkan Bek 196 Cm Jadi Striker?
-
Terbukti Lakukan Pungli Rp1,7 Juta ke Sopir Truk, Petugas Dishub Bekasi Terancam Dipecat
-
Habiburokhman Sentil Konten Eben Martono: Rekam SPG GIIAS Tanpa Izin Bisa Dipidana
-
Prabowo Bangga Setiap Timnas Bertanding, Merah Putih Mampu Menyatukan Seluruh Rakyat Indonesia
-
Rokok Ilegal Diprediksi Naik 42 Persen Jika Aturan Kemasan Polos Dijalankan