Suara.com - Setelah tiga bulan terhenti karena pandemi virus corona COVID-19, sepak bola di Brasil kembali digulirkan. Kembali bergulirnya sepak bola itu ditandai dengan turnamen Rio, yang berlangsung di Rio de Janeiro, Kamis (18/6/2020).
Pemegang gelar Copa Libertadores Flamengo mengalahkan Bangu 3-0 di Stadion Maracana di Rio, dalam pertandingan tanpa penonton yang digelar hanya beberapa meter dari rumah sakit lapangan yang didirikan untuk merawat pasien COVID-19.
Wali Kota Rio Marcelo Crivella, yang mengizinkan turnamen dilanjutkan, mengatakan bahwa Presiden Jair Bolsonaro, yang mengkritik tajam tindakan karantina virus corona, akan menghadiri pertandingan. Namun pada kenyataannya pemimpin sayap kanan itu tidak datang.
Kejuaraan Rio adalah kompetisi sepak bola profesional pertama yang dilanjutkan di Amerika Selatan. Penyebaran virus corona di Brasil sendiri saat ini masih sangat tinggi, dengan hampir 48.000 orang meninggal dunia akibat virus tersebut.
Angka kematian tersebut menjadikan Brasil sebagai negara kedua di dunia dengan angka kematian tertinggi setelah Amerika Serikat.
Mengingat penyebaran virus corona yang masih tinggi, klub-klub papan atas Brazil, termasuk Botafogo dan Fluminense, menyatakan menolak restart tersebut. Mereka protes karena turnamen digelar terlalu cepat.
Suporter dari dua klub tersebut, termasuk Flamengo, Bangu dan yang lainnya, memprotes di luar stadion sebelum pertandingan, mengatakan bahwa pihak berwenang menempatkan nyawa dalam bahaya.
Pemain diperiksa suhunya saat tiba di stadion, sementara reporter dan fotografer yang meliput pertandingan tersebut harus melewati terowongan disinfeksi.
Pertandingan tersebut dibuka dengan mengheningkan cipta bagi korban COVID-19, termasuk terapis pijat milik Flamengo, Jorginho, yang meninggal bulan lalu.
Baca Juga: Jumlah Kasus COVID-19 Melonjak, Dua Klub Brasil Menolak Bertanding
Kejuaraan nasional Brasil seharusnya dimulai pada Mei namun ditangguhkan tanpa batas waktu. (Antara)
Berita Terkait
-
Rekor yang Tak Pecah 72 Tahun! Skor 7-5 Akankah Terulang di Piala Dunia 2026?
-
Pesawat Timnas Brasil Diruwat dengan Ritual Khusus Pakai Air Doa Demi Buang Sial
-
Siapa Raja Assist dalam Sejarah Piala Dunia? Bukan Messi Apalagi Ronaldo
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Brasilnya Ancelotti Makin Menggila, Hajar Panama 6-2 Sebelum Bertolak ke Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Nomor 7 Tetap Milik Ronaldo! Pemain Ini Warisi Nomor Mendiang Diogo Jota di Piala Dunia 2026
-
Rekor yang Tak Pecah 72 Tahun! Skor 7-5 Akankah Terulang di Piala Dunia 2026?
-
Siapa Raja Assist dalam Sejarah Piala Dunia? Bukan Messi Apalagi Ronaldo
-
Liverpool Berduka, Kenny Dalglish Berjuang Melawan Kanker di Usia 75 Tahun
-
Popularitas Timnas Indonesia Menurun, John Herdman Diminta Benahi 'Kekacauan' Pasca Kluivert
-
10 Pemain Tertua yang Cetak Gol di Piala Dunia: Rekor Masih Punya Eks Bomber Liga Indonesia
-
Susahnya Masuk AS! Timnas Afsel Berangkat ke Piala Dunia 2026 Tanpa Asisten Pelatih
-
Laga Iran Dijaga Ekstra Ketat, Los Angeles Siapkan Pengamanan Khusus di Piala Dunia 2026
-
FIFA Kirim Surat Khusus untuk Persib Bandung, Apa Isinya?
-
Misi Mustahil Thomas Tuchel? Memetakan Jalur Terjal Inggris Menuju Takhta Piala Dunia 2026