Suara.com - Atalanta bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menaklukkan sang tamu, Lazio dengan skor 3-2 pada laga pekan ke-27 Liga Italia Serie A 2019/2020 di Gewiss Stadium, Bergamo, Kamis (25/6/2020) dini hari WIB.
Lazio unggul sejak laga baru memasuki menit kelima melalui gol bunuh diri Marten de Roon, sebelum kemudian Sergej Milinkovic-Savic menggandakan keunggulan Biancoceleste melalui golnya pada menit ke-11.
Namun, setelah itu Lazio benar-benar mengalami mimpi buruk dan akhirnya terkapar di Gewiss Stadium.
Atalanta memperkecil ketertinggalan berkat gol Robin Gosens pada menit ke-38.
Memasuki babak kedua, tim tuan rumah mampu menyamakan kedudukan dan bahkan berbalik memimpin berkat gol-gol Ruslan Malinovsky (66') dan Jose Luis Palomino (80').
Kolapsnya Lazio ini sendiri menghentikan laju ciamik 21 pertandingan tanpa terkalahkan tim asuhan Simone Inzaghi di pentas Liga Italia.
Kekalahan ini juga jelas berkah bagi Juventus, yang sukses memenangi laga giornata ke-27 mereka melawan Bologna dengan skor 2-0 pada Selasa (23/6/2020) kemarin.
Juventus kini punya keunggulan yang cukup ideal di puncak klasemen, dengan raihan 66 poin dari 27 laga. Mereka unggul empat poin atas Lazio yang berada di posisi kedua (62 poin dari 27 laga).
Baca Juga: Inter Vs Sassuolo: Batal Menang, Nerazzurri Tertahan di Posisi Ketiga
Namun dengan kompetisi masih menyisakan 11 giornata lagi, persaingan Scudetto memang masih sangat menarik untuk disimak.
Sementara itu bagi Atalanta, kemenangan atas Lazio mengukuhkan posisi mereka di peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 54 poin.
Di Gewiss Stadium, laga baru berusia lima menit saat jala gawang Atalanta bergetar. De Roon keliru mengantisipasi umpan silang Manuel Lazzari sehingga bola masuk ke gawangnya sendiri.
Tidak berselang lama, Lazio menggandakan keunggulan melalui sepakan keras Milinkovic-Savic dari jarak 20 meter. Lazio sudah memimpin 2-0 saat pertandingan baru berlangsung 11 menit.
Setelah itu, Ciro Immobile memiliki peluang lain untuk Lazio saat ia melepaskan sepakan melebar, sementara Atalanta punya dua peluang saat Papu Gomez menguji kiper Thomas Strakosha dan Duvan Zapata menyambar bola pantul yang masih tidak tepat sasaran.
Menjelang babak pertama usai, Atalanta mampu memperkecil ketertinggalan melalui tandukan Gosens yang memanfaatkan umpan silang Hans Hateboer.
Berita Terkait
-
Cabut dari Persib, Federico Barba Langsung Diminati Klub Serie A Italia
-
Klub Orang Indonesia Datangkan Pemain Barcelona Andres Cuenca
-
Batal Gabung Manchester United, Ederson Resmi Perpanjang Kontrak di Atalanta hingga 2031
-
Juventus Resmi Rekrut Zeki Celik Gratis, Bek Serbabisa Turki Dikontrak hingga 2029
-
Eks Top Skor Serie A Igor Protti Meninggal Dunia, Pesan Perpisahannya Menggetarkan
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan
-
Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu
-
Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo
-
3 Two Way Cake untuk Kulit Berjerawat: Ringan Tanpa Menyumbat Pori-Pori!
-
Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!
-
Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza