Suara.com - Bomber andalan Lazio, Ciro Immobile dipastikan menggondol trofi individual bergengsi, Sepatu Emas Eropa untuk musim 2019/2020. Sepatu Emas sendiri merupakan penghargaan untuk top skor dari keseluruhan liga domestik kasta teratas di Eropa.
Kepastian ini didapat setelah pesaing terberat Immobile, yakni megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo diistirahatkan klubnya untuk laga pekan pamungkas Liga Italia 2019/2020.
Ya, Ronaldo tak masuk skuat juara Liga Italia musim ini tersebut untuk laga kontra AS Roma, yang akan dihelat Minggu (2/8/2020) dini hari WIB nanti di Juventus Stadium.
Penyerang berusia 35 tahun itu sengaja diistirahatkan untuk ajang Liga Champions yang akan kembali restart bulan ini.
Sebagai informasi, Ronaldo telah mencetak 31 gol di Liga Italia musim ini.
Well, dengan koleksi gol sang megabintang terhenti di angka 31, maka Immobile pun dipastikan menggondol trofi Sepatu Emas Eropa untuk musim ini.
Penyerang berusia 30 tahun itu menjadi raja gol Eropa berkat raihan impresif 35 golnya di Serie A musim 2019/2020.
Penantang terdekat Immobile untuk penghargaan ini sendiri adalah para penyerang mumpuni di sejumlah kompetisi domestik Eropa yang sudah bertahun-tahun terbukti ketajamannya.
Ada bomber maut Bayern Munich, Robert Lewandowski yang mengemas 34 gol di Bundesliga musim ini, sementara Ronaldo sendiri berada di urutan ketiga Sepatu Emas Eropa 2019/2020 dengan 31 golnya di Liga Italia.
Baca Juga: Victor Osimhen Resmi Gabung Napoli, Jadi Pemain Termahal Afrika
Megabintang Barcelona, Lionel Messi kemudian menyusul dengan raihan 25 golnya di Liga Spanyol, sedangkan dari Liga Inggris ada penyerang Leicester City, Jamie Vardy (23 gol).
Well, Immobile sendiri masih bisa menambah pundi-pundi golnya saat Lazio menjalani pertandingan terakhir Liga Italia mereka melawan Napoli, dini hari nanti.
Striker Timnas Italia itu juga bisa menyamai atau melewati rekor gol terbanyak dalam satu musim Serie A yang saat ini masih dipegang Gonzalo Higuain, dengan gelontoran 36 gol saat ia masih bermain untuk Napoli pada kampanye 2015/2016.
Berita Terkait
-
Cristiano Ronaldo Catat Rekor Unik di Piala Dunia 2026
-
Performa Mulai Jadi Sorotan, Cristiano Ronaldo Kini Titik Lemah Portugal di Piala Dunia 2026
-
Mandul 10 Laga Beruntun, Cristiano Ronaldo Catat Rapor Merah Saat Portugal Ditahan Kongo
-
Hat-trick Messi di Piala Dunia 2026, Batas Cristiano, dan Mitos Maradona
-
Pelatih Portugal Tolak Salahkan Cristiano Ronaldo Saat Ditahan Imbang RD Kongo
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Persija Cuci Gudang, Shin Tae-yong Lepas Riko Simanjuntak dan Dua Pemain Lain
-
Sanksi Themba Zwane Diputus FIFA, Pelatih Afrika Selatan Ajukan Banding Resmi
-
Tayangan Piala Dunia 2026 Hilang di TVRI? Begini Solusinya
-
Cristiano Ronaldo Catat Rekor Unik di Piala Dunia 2026
-
Performa Mulai Jadi Sorotan, Cristiano Ronaldo Kini Titik Lemah Portugal di Piala Dunia 2026
-
Lionel Messi Picu Kontroversi, Dianggap Dapat Perlakuan Khusus FIFA
-
Jadi Korban Rasisme di Piala Dunia 2026, FIFA Undang YouTuber Korsel Nonton Korea Selatan vs Meksiko
-
Hasil Piala Dunia 2026: Luis Diaz Cetak Satu Gol dan Assist, Bawa Kolombia Hajar Uzbekistan
-
Taktik Penalti 'Stutter-Step' Harry Kane di Piala Dunia 2026 Banjir Kecaman
-
Mandul 10 Laga Beruntun, Cristiano Ronaldo Catat Rapor Merah Saat Portugal Ditahan Kongo